Proyek Kereta Cepat Whoosh Dinilai Membebani Negara, Ini Kata Pengamat
Polemik penolakan Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa untuk membayar utang proyek kereta cepat Whoosh disebut sebagai buah dari keputusan yang sarat kepentingan politik di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat Kebijakan Publik, Sulfikar Amir, menyatakan bahwa masalah keuangan ini adalah efek dari proses pengambilan keputusan yang penuh dengan relasi kuasa. Menurutnya, sejak awal banyak pihak telah mengkritik proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, namun semua peringatan tersebut diabaikan.
"Proyek ini terus dipaksakan berjalan, lalu sekarang beroperasi dan secara finansial rugi terus," ujar Sulfikar dalam sebuah diskusi.
Professor dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura itu menyoroti dua pertanyaan mendasar: mengapa proyek ini tetap dilaksanakan dan siapa yang paling bertanggung jawab atas dampaknya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir