“Kalau dapat kesempatan menjabat, ya jangan cuma mikirin duduknya. Duduk di kursi itu memang enak. Tapi yang utama kan mengemban tugas,” tutur Suharyo.
Ia kemudian menjelaskan perbedaan yang sering kali kabur. Ada batas tipis antara ‘menduduki’ jabatan dan ‘memangku’ jabatan. Yang pertama cenderung egois, memanfaatkan posisi untuk kepentingan diri sendiri. Sementara yang kedua adalah sebuah tindakan pelayanan, memikul tanggung jawab untuk kepentingan orang banyak.
“Begini bedanya,” pungkasnya, merangkum poin pentingnya.
“Waktu saya menduduki jabatan, saya pakai jabatan itu buat kepentingan saya sendiri. Nah, kalau saya memangku jabatan, jabatan itu saya pangku buat kebaikan bersama.”
Peringatannya jelas: seorang pejabat adalah wakil rakyat. Kepercayaan yang diberikan rakyat itu jangan sampai dikhianati dengan tindakan korupsi yang ujung-ujungnya merugikan negara dan masyarakat yang mereka layani. Pesan Natal kali ini terasa relevan, menyentuh persoalan aktual di tengah hingar-bingar politik tanah air.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir