Seorang wanita berinisial VAM, warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, akhirnya melaporkan suaminya TM ke polisi setelah bertahun-tahun menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). VAM mengaku telah disiksa sejak awal pernikahan, bahkan saat hamil hingga setelah melahirkan. Kini, rekaman video penganiayaan yang terjadi di depan bayi mereka viral di media sosial, memicu kepanikan pelaku hingga menyerahkan diri.
Video pertama yang beredar memperlihatkan VAM tengah mengasuh bayinya di kamar pada 11 Oktober 2025. Suaminya tiba-tiba datang dan menindih serta memukulinya dengan kasar. Bayi mereka menangis keras, sementara VAM terisak di samping anaknya. Video tersebut diunggah oleh sahabat korban, Evi, melalui akun Instagram @mamichel_. Evi mengaku tidak mengetahui bahwa VAM kerap disiksa, meski sempat melihat perubahan sikap sahabatnya yang menjadi lebih murung selama kehamilan.
Kecurigaan Evi muncul saat menemani VAM melahirkan. Saat membantu mengganti baju operasi, ia melihat tubuh VAM dipenuhi luka memar. Namun, VAM hanya menjawab bahwa memar itu akibat terbentur. "Andai aku tau kalau dia udah di KDRT, gak akan ku izinkan Suami biadab itu menemani Istrinya di ruang pemulihan," tulis Evi di Instagram.
Dalam unggahan lain, Evi membagikan video penganiayaan pada 24 Juni 2026, saat VAM hendak berangkat bekerja. Terungkap bahwa VAM-lah yang selama ini mencari nafkah untuk keluarga, bukan suaminya. "Istri masih bantu cari nafkah tapi Suami banyak tingkah. Ngehajar istri kayak samsak, bahkan setan aja sujud samamu," tulis Evi.
Pelaku Gemar Selingkuh
TM tak hanya melakukan KDRT, tetapi juga diduga gemar berselingkuh. Ia kerap memukul, mendorong, dan menendang istrinya hingga terjatuh di depan bayi mereka. "Gak usah sok jajan cewe lah kalau istri aja masih bantu cari nafkah," imbuh Evi. Ia juga memperingatkan publik agar waspada terhadap pria dengan perilaku serupa.
Laporan Polisi
VAM akhirnya melaporkan suaminya ke Polsek Pematangsiantar pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia mengaku sudah tidak tahan dengan perlakuan kasar yang dipicu masalah sepele. "Penganiayaan hanya karena masalah-masalah kecil misalnya cekcok, beda pendapat. Sedikit tersinggung itu langsung marah," kata korban, dikutip dari Tribun Medan.
VAM membeberkan kondisi fisiknya: dipukul hingga memar, leher dicekik hingga sakit, kepala dipukul, dan pernah dihantam ke dinding. "Pakai raket nyamuk, terus botol minum yang lain-lain," sambungnya. Setelah video viral, TM panik dan menyerahkan diri ke polisi. Meski demikian, VAM tetap melanjutkan proses hukum. "Masih lanjut," ungkapnya. Kini ia harus memulihkan kondisi mental sambil merawat bayinya.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Lonjakan KDRT di Inggris Saat Piala Dunia
Suami di Sinjai Gerebek Istri Diduga Selingkuh, Berujung Laporan Balik KDRT
Penyandang Tunanetra Diadili karena Dugaan KDRT di Surabaya
KDRT Berulang Sejak Awal Pernikahan, Seorang Ibu Akhirnya Lapor Polisi