Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026. Meski gagal melaju ke final, kedua tim masih memiliki misi untuk mengamankan posisi ketiga turnamen.
Pertandingan perebutan tempat ketiga kerap dianggap kurang bergengsi, namun FIFA tetap mempertahankannya sebagai bagian resmi turnamen. Selain untuk menentukan klasemen akhir, laga ini memiliki nilai kompetitif karena hasilnya memengaruhi peringkat dunia FIFA. Bobot poin yang diperoleh juga lebih besar dibanding laga persahabatan.
Pemenang pertandingan ini akan mendapatkan medali perunggu dan hadiah uang yang lebih besar dari peringkat keempat. Tradisi perebutan peringkat ketiga pertama kali digelar pada Piala Dunia 1934, saat Jerman mengalahkan Austria 3-2.
Sejumlah rekor Piala Dunia lahir dari laga ini. Pada Piala Dunia 2002, penyerang Turki Hakan Şükür mencetak gol tercepat dalam sejarah turnamen hanya dalam 11 detik saat melawan Korea Selatan. Sementara itu, pemain Prancis Just Fontaine mencetak empat gol saat mengalahkan Jerman Barat 6-3 pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1958. Total 13 golnya sepanjang turnamen masih menjadi rekor gol terbanyak seorang pemain dalam satu edisi Piala Dunia.
Skuad Harry Kane akan menghadapi tim Kylian Mbappé dalam laga yang dijadwalkan berlangsung di Hard Rock Stadium. Sementara itu, final Piala Dunia mempertemukan Spanyol dan Argentina pada Senin, 20 Juli 2026. Argentina berpotensi menambah gelar keempat, sedangkan Spanyol berpeluang meraih gelar kedua sejak 2010.
Artikel Terkait
Messi di Ambang Sejarah: Final Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Legenda
Messi di Ambang Tiga Gelar Sekaligus di Piala Dunia 2026
Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Inggris 2-1
Parlemen Prancis Sahkan RUU Bantuan Kematian, Tunggu Putusan Dewan Konstitusi