Argentina vs Spanyol: Final Impian Piala Dunia 2026 Tersaji

- Kamis, 16 Juli 2026 | 05:30 WIB
Argentina vs Spanyol: Final Impian Piala Dunia 2026 Tersaji

Dua raksasa sepak bola dunia, Argentina dan Spanyol, akan saling berhadapan di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah sama-sama menyingkirkan lawannya di babak semifinal. Final impian akhirnya tersaji di turnamen kali ini.

Argentina memastikan tiket ke final usai menumbangkan Inggris dengan skor dramatis 2-1 di Atlanta Stadium. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Anthony Gordon, La Albiceleste bangkit lewat gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez yang semuanya berawal dari assist Lionel Messi.

Di sisi lain, Spanyol tampil meyakinkan saat menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0. La Furia Roja mendominasi jalannya pertandingan dan mencetak gol melalui penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama serta Pedro Porro pada babak kedua.

Pertemuan kedua tim menghadirkan duel yang layak disebut sebagai final ideal. Argentina datang dengan status juara bertahan Copa America 2024 sekaligus juara bertahan Piala Dunia, sedangkan Spanyol merupakan kampiun Euro 2024 yang tampil impresif sepanjang turnamen.

Laga final dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 03.00 WIB, dan diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.

Di balik keberhasilan Spanyol mencapai final, nama Pedri kembali menjadi perhatian publik. Gelandang Barcelona itu pernah mengunggah deretan angka "19 07 26" di akun Instagram pribadinya pada 10 Juni 2025. Angka tersebut ternyata bertepatan dengan tanggal digelarnya final Piala Dunia 2026 berdasarkan waktu setempat. Unggahan lama itu kini kembali ramai diperbincangkan setelah Spanyol benar-benar berhasil mengamankan satu tempat di partai puncak.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, kembali memberikan pujian kepada gelandang berusia 23 tahun tersebut. "Pedri adalah pemain kelas atas. Dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia," ujar De la Fuente.

Meski demikian, Pedri justru tidak lagi menjadi pilihan utama dalam dua pertandingan terakhir. Sejak babak perempat final melawan Belgia, De la Fuente lebih mempercayakan duet Rodri dan Fabian Ruiz di lini tengah. Keputusan tersebut terbukti efektif. Fabian Ruiz tampil konsisten dan membantu Spanyol mengendalikan permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan atas Prancis di semifinal. Meski kehilangan tempat di starting XI, Pedri tetap menjadi salah satu pemain penting dalam perjalanan La Roja menuju final.

Usai memastikan kemenangan atas Prancis, Luis de la Fuente mengaku sangat puas dengan performa timnya. Menurut pelatih berusia 65 tahun itu, Spanyol sedang berada pada level permainan terbaik. "Kami merasa tak terkalahkan. Mereka (Prancis) menghadapi tim terbaik di dunia. Para pemain Spanyol ini pantas mendapatkan segalanya karena setiap hari mereka menunjukkan komitmen, solidaritas, dan talenta," ujar De la Fuente. Ia juga memuji cara bermain anak asuhnya yang dinilai mampu membuat pertandingan sulit terlihat begitu mudah. "Sangat menyenangkan menyaksikan mereka bermain. Hari ini merupakan sebuah pertunjukan. Apa yang tampak sulit, tim ini membuatnya terlihat sederhana," lanjutnya.

Kemenangan atas Prancis memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan. Catatan tersebut menyamai rekor terbaik tim nasional Eropa yang sebelumnya dibukukan Italia pada periode 2018 hingga 2021. Meski sempat ditahan imbang tanpa gol pada laga pembuka fase grup, Spanyol terus menunjukkan peningkatan performa. Mereka sukses melewati Portugal, Belgia, hingga Prancis dengan permainan yang semakin solid dan hanya kebobolan satu gol sepanjang fase gugur.

De la Fuente menegaskan peningkatan performa tersebut memang telah dirancang sejak awal turnamen. "Kami tahu harus berkembang sedikit demi sedikit. Kami tentu ingin menang di laga pertama, tetapi ini adalah proses. Kami merencanakan untuk mencapai momen-momen penting dalam kondisi terbaik dan sekarang kami berada di level puncak," katanya.

Kini, tantangan terbesar telah menanti. Spanyol akan berhadapan dengan Argentina yang dipimpin Lionel Messi, sosok yang masih menjadi inspirasi La Albiceleste meski telah berusia 39 tahun. Final ini bukan sekadar perebutan trofi Piala Dunia. Pertandingan juga menjadi ajang pembuktian dua tim terbaik dunia saat ini, mempertemukan juara Copa America dengan kampiun Euro dalam duel yang dipastikan menyita perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags