Arema FC Sambut Longgarnya Larangan Suporter Tandang, Yakin Aremania Sudah Berubah

- Jumat, 10 Juli 2026 | 19:36 WIB
Arema FC Sambut Longgarnya Larangan Suporter Tandang, Yakin Aremania Sudah Berubah

Arema FC menyambut positif rencana PSSI yang akan melonggarkan larangan suporter bertandang pada Super League 2026/27. Manajemen klub berjuluk Singo Edan itu optimistis Aremania telah berubah menjadi lebih baik setelah Tragedi Kanjuruhan.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, sebelumnya mengumumkan pelonggaran regulasi suporter away. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi: klub dan I.League wajib menjamin serta bertanggung jawab penuh atas keselamatan suporter. Jika terjadi insiden, PSSI tidak segan kembali memberlakukan larangan. Langkah ini, menurut Erick, sudah dikoordinasikan dengan FIFA.

General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, mengatakan bahwa selama tiga tahun sejak Tragedi Kanjuruhan, sepak bola Indonesia terdampak cukup besar. Ketiadaan suporter tamu secara terang-terangan mengurangi pemasukan klub.

"Secara klub pasti semua klub bukan hanya Arema, pasti pengin memang dicabut aturannya. Sudah dari lama kan, kalau supporter away itu sudah harus dimulai," kata Yusrinal ditemui usai latihan Arema FC di Malang, Jumat (10/7).

Menurutnya, pencabutan larangan ini menjadi momen yang tepat. Banyak tim kesulitan tampil maksimal di luar kandang karena tidak mendapat dukungan suporter. Meski beberapa suporter nekat tetap bertandang, mereka harus menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.

"Secara timing sih, kalau dari sisi Arema ini pasti sekali. Karena sudah waktunya lah ya, kita tiga tahun tanpa penonton away kan, itu sangat memengaruhi juga salah satu permainan di tim di pertandingan. Karena pastilah semua pemain itu pengin dilihat sama suporternya, mau itu home atau mau away," jelasnya.

Kehadiran Aremania di luar markas memang diyakini mempengaruhi performa tim. Musim 2025/26, Singo Edan secara mengejutkan mencuri tiga poin di markas Persija Jakarta dan menahan imbang Persib Bandung di kandangnya, di tengah dukungan ribuan Aremania yang hadir.

"Semua pemain itu pengin dilihat sama suporternya, mau itu home atau mau away. Itu kalau dari sisi pemain, jadi mereka lebih bersemangat untuk bermain," ujarnya.

Yusrinal juga menilai momen pencabutan larangan ini tepat di tengah semangat perubahan Aremania. Dalam tiga tahun terakhir, Aremania dan panitia pelaksana Arema berubah lebih baik sejak berkandang di Bali, Blitar, hingga kembali ke Stadion Kanjuruhan.

"Alhamdulillah Arema mulai dari Bali, Blitar sampai ke Kanjuruhan, itu sudah kita antisipasi semuanya. Karena kita belajar banyak tanggal itu, akhirnya kita juga sekarang secara sistem kepanpelan, ticketing, apa segala macem, kita sudah siap dengan risiko apa pun," terangnya.

Ia mengklaim Aremania sudah berubah jauh lebih baik. Hal itu ditandai dengan beberapa lawatan tandang ke markas lawan dan jamuan sambutan suporter lawan yang datang ke Malang, di tengah larangan suporter tandang yang masih berlaku. Selain itu, inventaris keanggotaan juga diperketat.

"Dari sisi Presidium Aremania mungkin ada KTA dan segala macam. Mungkin dari sisi kita juga kan kita sudah kurasi mana yang teregister di tempat, dari Arema Access itu kan juga sudah terkurasi semuanya," paparnya.

Kini, ia tinggal menekankan kewaspadaan terhadap oknum tak bertanggung jawab yang mengaku Aremania tetapi tidak terdaftar secara resmi. Oknum-oknum inilah yang kerap berulah saat laga kandang maupun tandang, hingga merugikan Singo Edan.

"Saya dengar-dengar juga dari Liga ini mau ada namanya Sobat Liga. Jadi aplikasi dan itu terkoneksi dengan semua aplikasi atau sistem online-nya klub. Itu juga bisa antisipasi," kata dia.

"Jadi misalkan Arema kedatangan suporter pesembahaya gitu kan. Itu nanti kedeteksi nanti. Itu nanti dari aplikasinya Sobat Liga itu saya nggak tahu teknisnya nanti seperti apa," imbuhnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags