Lionel Messi secara resmi mengukir namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Kapten Argentina itu mengoleksi 18 gol setelah mencetak brace ke gawang Austria, melampaui rekor Miroslav Klose yang bertahan sejak 2014.
Perjalanan Messi Menuju Rekor
Rekor bersejarah itu tercipta di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, saat Argentina menundukkan Austria 2-0 pada laga kedua Grup C. Messi membuka keunggulan pada menit ke-23 dengan tendungan kaki kiri khasnya dari luar kotak penalti.
Gol keduanya hadir di babak kedua lewat sudut sempit yang spektakuler. Dua pemain Austria berusaha menghalau, namun bola tetap meluncur mulus masuk ke gawang.
Dengan torehan itu, Messi kini telah mencetak gol di enam pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Hanya Just Fontaine pada 1958 dan Jairzinho pada 1970 yang pernah mencapai konsistensi serupa.
Faktor Ketahanan Fisik di Usia 38 Tahun
Messi yang akan genap berusia 39 tahun pada pekan ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk bersaing di level tertinggi. Olivier Giroud, mantan rekan setimnya di Barcelona, menilai disiplin dan gaya hidup menjadi faktor utama ketahanan sang megabintang.
"Ketika bermain di level tinggi di usia kami, Anda harus memperhatikan kebersihan hidup cara tidur, pola makan, dan merawat tubuh," ujar Giroud kepada BBC Sport.
Psikolog olahraga Michael Caulfield menambahkan bahwa para atlet elite memiliki dorongan internal yang tak pernah surut. "Mereka rela menjalani proses rehabilitasi cedera berulang kali meski sudah memenangkan segalanya," jelasnya.
Dampak Rekor bagi Persaingan Sepatu Emas
Dengan lima gol yang sudah ia lesakkan di turnamen ini, Messi menjadi kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Penghargaan individu ini menjadi satu-satunya yang belum pernah ia menangkan sepanjang karier gemilangnya.
Argentina saat ini memuncaki klasemen Grup C dengan enam poin penuh. La Albiceleste akan menghadapi Yordania di laga pamungkas untuk mengamankan posisi di babak 32 besar. Pelatih Lionel Scaloni dipastikan akan menurunkan skuad terbaiknya.
Wayne Rooney yang pernah menjadi rival Messi di Premier League mengakui bahwa ia sempat meragukan kemampuan sang megabintang. "Saya tidak berpikir dia bisa melakukannya lagi di turnamen lain," ujar Rooney. "Tapi usia tidak bisa menghilangkan bakat teknis yang dimiliki seorang pemain."
Artikel Terkait
Maroko vs Haiti di Babak 32 Besar: Singa Atlas Targetkan 16 Besar, Haiti Misi Sejarah
PSIS Semarang Rekrut Jack Brown, Mulai Bangun Skuad Baru demi Target Kembali ke Liga 1 dalam Satu Musim
Amerika Serikat Lolos ke Babak Gugur: Kemenangan atas Australia Buka Jalan Tuan Rumah
Afrika Selatan vs Korea Selatan: Duel Hidup Mati Perebutan Tiket Babak 32 Besar Grup A Piala Dunia 2026