Mohamed Salah mencetak satu gol dan satu assist saat Mesir bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Selandia Baru 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (23/6/2026) waktu setempat, sekaligus mengukir kemenangan perdana The Pharaohs dalam sejarah 92 tahun partisipasi mereka di turnamen terakbar sepak bola dunia sejak debut pada edisi 1934.
Catatan Sejarah 92 Tahun yang Akhirnya Terbayar
Perjalanan Mesir di pentas Piala Dunia merupakan salah satu narasi paling panjang dan penuh perjuangan di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Tercatat sebagai negara Afrika pertama yang tampil di Piala Dunia melalui edisi 1934 di Italia, Mesir harus menunggu delapan dekade lebih untuk merasakan kemenangan perdana. Dari empat edisi yang diikuti 1934, 1990, 2018, dan kini 2026 The Pharaohs selalu pulang tanpa satu pun kemenangan, hanya menorehkan dua hasil imbang dan lima kekalahan sebelum laga kontra Selandia Baru. Fakta ini menempatkan Mesir sebagai tim dengan jumlah partisipasi terbanyak tanpa kemenangan sebelum akhirnya catatan itu terhapus di Atlanta. Kemenangan ini sekaligus memutus rantai frustrasi yang membayangi generasi demi generasi pemain Mesir, termasuk era Mohamed Salah yang sebelumnya gagal membawa tim melangkah jauh pada edisi 2018 di Rusia.
Keputusan Taktis Hossam Hassan yang Membalikkan Keadaan
Babak pertama memperlihatkan dominasi penguasaan bola Mesir, namun Selandia Baru justru unggul lebih dulu melalui sundulan Finn Surman memanfaatkan tendangan pojok Tim Payne pada menit ke-15. The All Whites nyaris menggandakan keunggulan andai tidak gagal memanfaatkan peluang emas saat unggul. Memasuki babak kedua, pelatih Hossam Hassan melakukan penyesuaian taktis yang menjadi titik balik. Ia memerintahkan pressing lebih tinggi dan memanfaatkan lebar lapangan untuk mengakomodasi kecepatan para pemain sayap. Hasilnya, Mostafa Zico yang namanya diambil dari legenda Brasil Zico menyundul umpan silang Mohamed Hany pada menit ke-58. Enam menit berselang, Salah menuntaskan skema satu-dua dengan Zico sebelum menempatkan bola ke sudut gawang untuk membalikkan kedudukan. Trezeguet, yang masuk sebagai pemain pengganti, memastikan kemenangan dengan sundulan dari sepak pojok Salah pada menit ke-82. **"Kami tidak panik saat tertinggal,"** ujar Hossam Hassan dalam konferensi pers seusai laga, Selasa (23/6/2026). **"Kami sudah mempersiapkan skenario seperti ini. Para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin penuh di babak kedua."**
Dampak bagi Persaingan Grup G dan Masa Depan Sepak Bola Afrika
Kemenangan ini mengubah peta persaingan Grup G secara signifikan. Mesir kini memuncaki klasemen dengan empat poin, unggul satu angka atas Iran yang sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Belgia, sementara Selandia Baru dan Belgia masing-masing mengantongi satu poin. Jika mampu mengalahkan Iran pada laga terakhir fase grup, Sabtu (27/6/2026), The Pharaohs dipastikan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dari perspektif yang lebih luas, torehan ini menjadi angin segar bagi representasi Afrika di Piala Dunia 2026. Mesir bergabung dengan Senegal, Maroko, dan DR Congo sebagai wakil benua hitam yang bersaing di Amerika Utara. Keberhasilan Mesir memutus tren negatif tim dengan sembilan partisipasi tanpa kemenangan sejak 1934 menjadi sinyal bahwa kesenjangan antara tim Afrika dan elit global perlahan menyempit. Mohamed Salah, yang kini berusia 34 tahun, membuktikan bahwa ia masih menjadi motor utama permainan Mesir. Kontribusinya sepanjang turnamen satu gol dan dua assist menjadi modal berharga jelang laga hidup-mati melawan Iran.
Mesir masih memiliki satu pertandingan krusial untuk menentukan nasib. Jika Hossam Hassan mampu mempertahankan konsistensi taktik dan disiplin defensif yang diperlihatkan di babak kedua, bukan tidak mungkin The Pharaohs akan menorehkan babak baru dalam sejarah panjang mereka di Piala Dunia. Sebuah catatan yang patak ditunggu publik sepak bola di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Artikel Terkait
Skuad Garuda Siap Hadapi Thailand di AVC Men's Volleyball Cup 2026, Fauzan Nibras Jadi Senjata Andalan
Portugal di Ujung Tanduk: Ronaldo dan As Seleção Berjuang Hindari Kegagalan Dini di Piala Dunia 2026
Portugal di Ujung Tanduk: Ronaldo dan As Seleção Berjuang Hindari Kegagalan Dini di Piala Dunia 2026
Skuad Garuda Siap Hadapi Thailand di AVC Men's Volleyball Cup 2026, Fauzan Nibras Jadi Senjata Andalan