Nama Paskal Struijk kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola setelah sang bek tidak masuk dalam daftar skuad Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat pemain berusia 26 tahun itu tampil konsisten dan menjadi pilar di lini belakang Leeds United sepanjang musim 2025/2026. Ironisnya, situasi ini justru membuka peluang lebih besar bagi pemain keturunan Indonesia tersebut untuk memperkuat Timnas Garuda.
Penampilan solid dan tenang yang ditunjukkan Struijk di jantung pertahanan klub Inggris itu nyaris tidak pernah goyah. Ia menjelma menjadi salah satu pemain kunci yang membuat lini belakang Leeds United cukup sulit ditembus lawan. Namun, semua kerja kerasnya di level klub seolah belum cukup untuk meyakinkan pelatih Ronald Koeman untuk memberinya tempat di skuad utama Oranje untuk ajang internasional paling bergengsi tersebut.
Ketiadaan namanya dalam daftar pemain Belanda pun memicu kekecewaan di kalangan pendukung sepak bola Negeri Kincir Angin. Banyak yang menilai Struijk layak mendapatkan kesempatan setelah menunjukkan performa yang stabil selama beberapa musim terakhir. Pertanyaan pun bermunculan mengenai kriteria seleksi yang digunakan Koeman.
Sementara itu, absennya Struijk dari skuad Belanda menjadi perhatian khusus publik Indonesia. Pasalnya, bek kelahiran Belanda itu memiliki darah keturunan Indonesia dari Surabaya dan secara administratif masih memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia. Situasi ini langsung memicu spekulasi di kalangan suporter tanah air.
Di sisi lain, Struijk sebenarnya memiliki opsi lain untuk memperkuat Timnas Belgia. Namun, ia secara terbuka pernah menyatakan bahwa harapan utamanya adalah bermain untuk Belanda dan menutup pintu untuk membela Belgia. Fokus utama pemain tersebut saat ini masih tertuju pada karier klubnya dan menunggu panggilan dari negaranya.
“Saya masih berharap bisa mendapat kesempatan bermain untuk Timnas Belanda,” ujar Struijk dalam sebuah wawancara.
Meski demikian, kondisi ini tak pelak memunculkan diskusi hangat di kalangan suporter Indonesia mengenai kemungkinan Struijk suatu hari berseragam skuad Garuda. Apalagi, Timnas Indonesia saat ini tengah gencar memperkuat komposisi tim dengan merekrut pemain diaspora guna meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan.
Kendati belum ada tanda-tanda perubahan keputusan dari pihak Struijk, publik sepak bola Indonesia terus menantikan langkah selanjutnya. Pertanyaan besarnya kini adalah apakah ia akan membuka peluang untuk membela Indonesia atau tetap bersabar menanti panggilan dari Belanda. Perjalanan internasional Paskal Struijk ke depan menjadi salah satu narasi yang menarik untuk diikuti, mengingat potensi besarnya dan latar belakang keturunan yang ia miliki.
Artikel Terkait
Di Giannantonio Tercepat di Latihan Perdana MotoGP Italia 2026, Marc Marquez Tertahan di Posisi Keenam
Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat
Okezone Luncurkan Kejuaraan Futsal Nasional Pelajar, Empat Kota Jadi Tuan Rumah
Veda Ega Pratama Lolos Dramatis ke Q2 Moto3 Italia Usai Bangkit dari Posisi 23