Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar

- Senin, 27 April 2026 | 22:00 WIB
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar

JAKARTA Ada yang berbeda dari kemenangan Persija Jakarta atas Persis Solo. Bukan cuma soal skor telak 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lebih dari itu, hasil ini terasa seperti pernyataan terbuka: Macan Kemayoran belum mati dalam perburuan gelar Super League Indonesia musim 2025/2026.

Beberapa pekan terakhir, tim asuhan Mauricio Souza memang sering tampil inkonsisten. Tekanan mulai menumpuk. Tapi di laga ini, mereka menjawab semua keraguan dengan permainan yang matang, agresif, dan efisien. Empat gol tanpa balas bukan cerminan dominasi teknis semata ini tanda bahwa Persija mulai menemukan momentum di fase paling krusial musim ini.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija langsung tampil menekan. Intensitas tinggi dipamerkan sejak awal, memaksa Persis bertahan di area sendiri. Maxwell Souza nyaris membuka skor lewat sepakan keras di menit ke-10, tapi kiper Muhammad Riyandi masih sigap menggagalkannya. Serangan demi serangan terus dilancarkan. Jelas, Persija serius ingin menguasai pertandingan.

Tapi babak pertama belum sepenuhnya berpihak. Gol Fabio Calonego dianulir karena offside setelah VAR turun tangan. Sundulan Allano Lima juga masih bisa dimentahkan Riyandi yang tampil impresif. Skor 0-0 hingga turun minum kontras banget sama dominasi yang diperlihatkan Persija. Rasanya seperti ada yang mengganjal.

Begitu babak kedua dimulai, perubahan langsung terlihat. Persija nggak cuma dominan, tapi juga efektif. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-52. Allano Lima melepaskan sepakan jarak jauh yang tak mampu diantisipasi Riyandi. Gol itu jadi titik balik. Bukan cuma membuka keunggulan, tapi juga membebaskan permainan Persija secara psikologis. Mereka mulai bermain lebih lepas.

Keputusan Souza memasukkan Jean Mota jadi momen kunci. Empat menit setelah masuk, pemain anyar itu langsung mencetak gol debutnya menerima umpan dari Dony Tri Pamungkas. Kehadirannya memberi dimensi baru: serangan Persija jadi lebih kreatif, lebih cepat, dan lebih terarah.

Jean Mota nggak berhenti di situ. Dia menjelma jadi pusat permainan. Assist demi assist ia catatkan, termasuk untuk gol ketiga yang dicetak Paulo Ricardo lewat sundulan keras. Menjelang akhir laga, Gustavo Almeida menutup pesta dengan gol keempat lagi-lagi dari skema yang dibangun Jean Mota. Skor 4-0 jadi bukti: Persija nggak cuma menang, mereka superior di semua lini.

Kemenangan ini mengangkat Persija ke posisi ketiga dengan 62 poin. Mereka cuma terpaut empat angka dari Persib Bandung dan Borneo FC di puncak klasemen. Secara matematis, jarak itu masih bisa dikejar. Apalagi masih ada lima laga tersisa yang menyimpan banyak kemungkinan.

Di sinilah makna kemenangan ini jadi lebih besar. Persija nggak lagi sekadar berharap pada keajaiban. Mereka mulai menempatkan diri sebagai penantang serius. Mereka menjaga tekanan, menunggu celah, dan siap memanfaatkan setiap kesalahan rival.

Tapi realitasnya tetap keras. Persija wajib menyapu bersih sisa pertandingan kalau ingin menjaga peluang. Di sisi lain, mereka juga harus berharap Persib dan Borneo terpeleset. Kombinasi ini memang nggak mudah. Tapi dalam sepak bola, skenario tak terduga sering terjadi siapa yang tahu?

Lebih dari sekadar hitungan poin, kemenangan ini menunjukkan transformasi mental. Persija tampil dengan kepercayaan diri tinggi, determinasi kuat, dan rasa lapar akan kemenangan. Dalam kompetisi sepanjang musim, faktor mental seperti ini sering jadi pembeda antara tim yang sekadar bersaing dan tim yang benar-benar siap jadi juara.

Sekarang, narasi besar mulai terbentuk. Persija Jakarta nggak cuma kembali ke jalur kemenangan. Mereka juga mengirim pesan kuat ke pesaingnya: kami masih di sini, masih dalam perburuan.

Pada akhirnya, laga melawan Persis Solo bukan cuma soal skor. Ini pernyataan sikap. Bahwa Persija belum menyerah. Mereka masih percaya. Dan siap bertarung hingga detik terakhir musim.

Pertanyaannya sekarang sederhana, tapi menentukan: mampukah mereka menjaga konsistensi dan memanfaatkan setiap peluang kecil yang tersisa untuk mewujudkan ambisi besar itu?

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar