Mauro Zijlstra Pilih Macan Kemayoran, Rencana Bojan Hodak Jadi Penentu

- Senin, 02 Februari 2026 | 17:00 WIB
Mauro Zijlstra Pilih Macan Kemayoran, Rencana Bojan Hodak Jadi Penentu
Mauro Zijlstra: Menuju Kemayoran, Bukan Siliwangi

Mauro Zijlstra: Menuju Kemayoran, Bukan Siliwangi

BANDUNG Arah karier Mauro Zijlstra mulai jelas. Tapi, bukan ke Persib. Rumor yang beredar kencang justru mengarahkan penyerang muda Timnas Indonesia itu ke ibu kota, ke Persija Jakarta. Ternyata, alasannya cukup sederhana: namanya tak ada dalam rencana pelatih Persib, Bojan Hodak.

Isu ini memanas Minggu malam lalu. Sebuah akun media sosial Belanda, @TransfersNNL, yang biasa melaporkan bursa transfer Eredivisie, melempar kabar pertama. Mereka bilang Zijlstra akan segera hengkang dari FC Volendam.

“Ada kemungkinan besar Mauro Zijlstra akan meninggalkan FC Volendam dalam beberapa jam ke depan,” begitu kira-kira bunyi cuitan mereka.

Tak butuh waktu lama, akun yang sama kemudian menyebutkan detailnya. Striker 21 tahun itu dikabarkan hampir pasti bergabung dengan Persija Jakarta.

Dikonfirmasi Media Belanda

Kabar dari akun X itu kemudian mendapat penguatan. Media Belanda, Voetbal Primeur, melalui jurnalis Dennie van Laar, melaporkan bahwa transfer Zijlstra ke Persija tinggal selangkah lagi. Tinggal urusan finalisasi dan tes medis yang harus diselesaikan.

“Mauro Zijlstra (21) kemungkinan besar akan melanjutkan kariernya di Indonesia. Striker tersebut hampir menandatangani kontrak dengan Persija Jakarta,” tulis media tersebut.

Jika semua beres, Zijlstra dikabarkan akan dikontrak untuk dua setengah musim ke depan oleh Macan Kemayoran.

Lalu, Kenapa Bukan Persib?

Ini pertanyaan yang banyak beredar. Sebelumnya, nama Zijlstra memang sempat dikait-kaitkan dengan Maung Bandung. Tapi rupanya, dari informasi internal, Hodak tidak melihat sang pemain cocok dengan skema taktik yang diusungnya.

Persib dianggap sudah cukup stok striker. Lagipula, profil yang dicari pelatih asal Kroasia itu berbeda dengan gaya bermain Zijlstra. Alasan itulah yang membuat peluang ke Bandung makin redup, meski secara popularitas, Persib jelas punya magnet besar.

Di sisi lain, Persija menawarkan sesuatu yang lebih nyata: jaminan menit bermain, peran sentral di lini depan, dan kesempatan berburu gelar. Mereka saat ini duduk di peringkat tiga klasemen, posisi yang cukup realistis untuk menantang juara.

Status Kontrak dan Minat Sang Pemain

Masalahnya, Zijlstra masih terikat kontrak dengan Volendam hingga 2027. Artinya, Persija harus merogoh kocek untuk tebusan transfer. Angka pastinya masih ditutup rapat.

Menariknya, laporan Voetbal Primeur menyebut keputusan pindah ke Indonesia adalah keinginan sadar Zijlstra sendiri. Dia ingin petualangan baru, jauh dari Belanda, dan tertarik main di tanah leluhurnya.

“Zijlstra secara sadar memilih petualangan baru di luar Belanda dan tertarik bermain di negara asal leluhurnya,” tulis mereka.

Potensi yang Masih Menggoda

Mauro Zijlstra bukan nama asal-asalan. Potensinya terlihat saat membela NEC Nijmegen U-21, di mana ia mencetak 12 gol dari 26 laga. Performa itu yang menarik minat FC Volendam untuk merekrutnya pada Juli 2024.

Di tim muda Volendam, statistiknya bahkan lebih mentereng: 21 penampilan, 17 gol, plus 7 assist. Rekor gemilang itu yang mengantarnya dapat kontrak profesional pada Mei 2025.

Sayangnya, di tim utama, kesempatan tak kunjung datang. Hingga pekan ke-21 Eredivisie musim ini, ia enam kali masuk squad, tapi lebih sering duduk di bangku cadang. Belum ada debut sama sekali.

Tambahan Kekuatan Diaspora

Kalau jadi, Zijlstra bakal jadi pemain diaspora ketiga di Persija, setelah Shayne Pattynama dan Jordi Amat. Dia juga akan memperkaya daftar pemain keturunan Indonesia di Super League, yang sudah diisi nama-nama seperti Rafael Struick (Dewa United), Jens Raven (Bali United), serta trio Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Dion Markx di Persib.

Jadi, tinggal menunggu waktu saja sekarang. Jika tes medis berjalan mulus, Mauro Zijlstra akan berdandan dengan seragam oranye Persija bukan biru Persib yang sempat diwacanakan. Perjalanan barunya di Asia siap dimulai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar