Optimisme Antonic punya dasar. Pada laga terakhir, anak asuhnya mampu menahan imbang Bali United 3-3 di kandang sang raksasa. Hasil yang cukup gemilang untuk tim papan bawah. Sementara PSM? Mereka baru saja tumbang 0-2 dari Persijap Jepara.
Goliath yang Sedang Limbung
Laga di GBH Parepare ini ibarat pertarungan harga diri. Di atas kertas, PSM adalah Goliath yang jauh lebih perkasa. Tapi realitanya, sang raksasa sedang limbung. Lima kekalahan beruntun bukanlah angka main-main. Itu menunjukkan ada yang salah, entah di kolektivitas, mental, atau taktik.
Kedalaman skuad dan kualitas individu pemain PSM memang tak diragukan. Tapi masalah klasik kartu dan cedera menjadi penghalang besar bagi skema permainan Tomas Trucha. Dukungan suporter kandang pun bisa jadi pedang bermata dua. Kalau gol cepat tak kunjung datang, gemuruh sorak dari tribun bisa berubah jadi desakan yang justru membebani.
Sebaliknya, Semen Padang datang dengan mental underdog yang ringan. Hasil imbang melawan Bali United memberi mereka suntikan kepercayaan diri yang besar. Sentuhan Dejan Antonic mulai terlihat, membuat Kabau Sirah bermain lebih lepas dan nekat.
Motivasi mereka juga jelas: keluar dari zona merah. Keinginan bertahan itu sering melahirkan performa heroik, terutama saat lawan yang dihadapi sedang tidak stabil.
Klasemen sementara menempatkan PSM di peringkat 13 dengan 19 poin. Sedangkan Semen Padang terperosok di posisi 17, persis di dasar jurang degradasi. Pertemuan pertama musim ini di Padang berakhir imbang 1-1.
Jadi, mampukah Yuran Fernandes dan kawan-kawan memulihkan harga diri dan mengakhiri tren buruk? Atau justru Semen Padang yang akan meraih poin berharga di tanah Parepare? Semua pertanyaan itu baru akan terjawab ketika whistle final berbunyi.
Artikel Terkait
Flare Nyasar Lukai Kiper Audero, Suasana Mencekam Hentikan Laga Cremonese
Ubed Juarai Thailand Masters, PBSI Soroti Mental Tangguh di Titik Genting
Mauro Zijlstra Segera Gabung Persija, Kontrak 2,5 Tahun Sudah Menanti
Mauro Zijlstra Buka Suara: Rumor ke Persija Jakarta, Prioritasnya Tetap di Belanda