PSM Makassar Pilih Dusan Lagator, Sinyal Keras untuk Kapten yang Gagal

- Jumat, 30 Januari 2026 | 19:30 WIB
PSM Makassar Pilih Dusan Lagator, Sinyal Keras untuk Kapten yang Gagal
Analisis Transfer PSM Makassar

HARIAN, MAKASSAR Bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026 ternyata bukan sekadar ajang perekrutan biasa bagi PSM Makassar. Momen ini justru berubah menjadi koreksi paling keras. Kedatangan Dusan Lagator, misalnya, lebih dari sekadar tambahan amunisi. Ini adalah pernyataan tegas. Sebuah pengakuan pahit bahwa lini belakang Juku Eja selama ini gagal total menjalankan tugasnya.

Ya, PSM dikabarkan sudah sepakat dengan bek tengah asal Montenegro itu. Menurut data Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai Rp7,82 miliar. Angka itu langsung melambungkan Lagator sebagai pemain termahal di skuad, menggeser Yuran Fernandes yang sebelumnya memegang rekor dengan nilai Rp6,95 miliar. Tanpa perlu menyentuh lapangan hijau sekalipun, posisi sang kapten sudah tergeser. Bukan cuma soal angka, tapi juga secara simbolik.

Bek berpostur 190 sentimeter ini jelas jadi jawaban darurat. Jantung pertahanan Pasukan Ramang memang sedang krisis akut, sektor yang terus jadi sumber petaka sepanjang paruh pertama musim. Usianya yang 30 tahun diharapkan membawa kematangan yang selama ini hilang.

Namun begitu, langkah ini punya cerita pendahulunya.

Setelah Cumic, Alarm Keras di Lini Belakang

Sebelum nama Lagator mencuat, PSM sudah lebih dulu memperkenalkan Luka Cumic. Striker Serbia berusia 24 tahun itu resmi terdaftar di laman I.League sejak Minggu (25/1/2026) dan akan mengenakan jersey nomor 99. Sebuah simbol harapan baru di lini depan.

Tapi rupanya, mendatangkan Cumic belum dianggap cukup. Manajemen bergerak lebih jauh dan lebih berani. Fokus mereka bergeser ke sektor yang paling rapuh, yang paling sering membuat kesalahan fatal: pertahanan. Nilai pasar Cumic yang Rp6,08 miliar sempat menjadikannya pemain termahal. Tapi status itu cuma bertahan sebentar. Begitu nama Lagator muncul, peta kekuatan dan hierarki di dalam skuad langsung berubah total.

Dan perubahan itu membawa konsekuensi yang tidak ringan.

Lagator Datang, Teguran Terbuka untuk Yuran

Nama Dusan Lagator memang mencuat kuat dalam beberapa hari terakhir. Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan klub, kesepakatan benar-benar sudah di depan mata. Pengumuman resmi tinggal menunggu waktu.

Yang jelas, Lagator didatangkan dari Liga India bukan untuk jadi pelapis. Ia diproyeksikan langsung mengisi pos bek tengah utama. Posisi yang selama ini justru dipenuhi oleh kesalahan yang berulang.

Coba lihat saja lima kekalahan beruntun PSM. Blunder di lini belakang hampir selalu ada, dan sorotan paling tajam mengarah ke Yuran Fernandes. Sebagai kapten, ia malah kerap gagal membaca situasi, terlambat mengambil keputusan, dan kehilangan kendali di momen-momen krusial.

Dalam sepak bola modern, kesalahan bek tengah adalah dosa fatal. Apalagi jika kesalahan itu datang dari sang kapten. Itu sudah di luar batas toleransi.

Nah, kehadiran Lagator inilah sinyal paling jelas dari manajemen. Status, ban kapten, dan jasa masa lalu tidak lagi bisa dijadikan tameng.

Penanda Arah Baru

Bursa transfer kali ini memperlihatkan perubahan sikap yang menarik dari PSM Makassar. Setelah berusaha memperbaiki lini depan, kini mereka berani menyentuh titik paling sensitif: jantung pertahanan mereka sendiri.

Dusan Lagator, dengan harga selangit itu, bukan cuma rekrutan asing biasa. Ia adalah penanda arah baru. Sebuah pernyataan bahwa PSM memilih untuk bertindak, bukan terus-menerus bertahan dengan kesalahan yang sama.

Jika nanti ia resmi diperkenalkan, dampaknya akan langsung terasa. Ia bukan cuma menggeser Yuran dalam daftar pemain termahal. Lebih dari itu, ia langsung mengancam posisi, peran, dan legitimasi sang kapten di starting XI.

Di titik ini, pesannya sudah jelas sekali. PSM Makassar tidak sedang membangun kenyamanan. Mereka justru sedang memaksa sebuah perubahan, betapa pun sakitnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar