Dua Raksasa Berebut Kiper Muda, Masa Depan Adre Arido di Persimpangan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:30 WIB
Dua Raksasa Berebut Kiper Muda, Masa Depan Adre Arido di Persimpangan

JAKARTA – Bursa transfer paruh musim selalu penuh kejutan. Kali ini, sorotan jatuh pada seorang kiper muda: Adre Arido. Namanya tiba-tiba jadi rebutan, dan situasi ini bikin dua klub besar Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya harus berpikir ulang soal kedalaman skuad mereka di posisi penjaga gawang. Kalau ada kesepakatan, bukan mustahil karier Adre bakal melesat lebih cepat ke kasta tertinggi.

Menurut sejumlah sumber di internal klub, minat terhadap Arido memang serius. Persebaya Surabaya, misalnya, lagi getol cari kiper pelapis. Mereka baru saja melepas Rendy Oscario ke Semen Padang, jadi ada slot yang harus diisi. Alih-alih cari yang senior, manajemen Green Force justru melirik pemain muda seperti Adre. Buat mereka, ini investasi jangka panjang sekaligus solusi jangka pendek.

Performanya di Liga 3 bersama Persibo Bojonegoro memang bikin banyak orang melongo. Meski main di kompetisi level bawah, ketenangan dan konsistensinya di bawah mistar sulit diabaikan. Dia tampil reguler, 11 laga dengan 955 menit bermain. Cuma kebobolan 11 gol, dan tiga clean sheet berhasil dia catat. Angka yang cukup solid, apalagi mengingat Persibo seringkali bermain di bawah tekanan.

“Statistiknya itu yang bikin klub-klub Super League tertarik,” kata seorang pengamat. Bagi Persebaya, catatan itu jadi indikator bagus bahwa Adre mungkin siap jadi pilihan cadangan, terutama saat kiper utama Ernando Ari dipanggil timnas.

Lalu, bagaimana dengan status kontraknya?

Adre masih terikat dengan Persibo hingga pertengahan 2026. Tapi skema yang paling mungkin adalah peminjaman ulang. Konon, Persebaya cuma perlu mengganti biaya sewa yang sebelumnya dikeluarkan Persibo ke Persija. Skema ini ringan bagi semua pihak: Persebaya dapat pemain tanpa beban transfer permanen, sementara Persija bisa tetap memantau perkembangan anak asuhnya.

Di sisi lain, posisi kiper di Persija sendiri sudah cukup padat. Ada Carlos Eduardo yang jadi pilihan utama, ditambah Andritany Ardhiyasa sebagai pelapis berpengalaman. Peluang Adre untuk main di tim utama sangat kecil. Nah, di sinilah dilemanya. Pemain muda butuh jam terbang, dan itu cuma bisa didapat dengan bermain secara kompetitif.

Pindah sementara ke Persebaya bisa jadi jalan terbaik. Level kompetisi lebih tinggi, tekanan lebih besar, dan itu semua akan mempercepat proses adaptasinya. Apalagi latar belakang Adre cukup mentereng. Pemain kelahiran Yogyakarta, 13 Agustus 2004 ini punya tinggi badan 1,87 meter postur ideal untuk kiper. Jejak kariernya dimulai dari akademi seperti SSB Urakan dan Bina Taruna, sebelum akhirnya diboyong ke Persija di tahun 2022.

Pengalamannya makin matang lewat program Garuda Select, di mana dia sempat berhadapan dengan akademi-elite Inggris. Modal itu yang bikin banyak orang yakin dia sanggup bersaing.

Namun begitu, keputusan akhir tetap ada di tangan klub dan tentu saja, si pemain sendiri. Apakah Adre Arido akan memilih bertahan dulu, atau langsung menerima tantangan naik kelas sebagai pelapis di tim besar? Jawabannya akan segera terungkap sebelum bursa ditutup.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar