Quartararo Tak Mau Lagi Terjebak Janji, Masa Depan di Tangan Yamaha

- Selasa, 27 Januari 2026 | 03:20 WIB
Quartararo Tak Mau Lagi Terjebak Janji, Masa Depan di Tangan Yamaha

Fabio Quartararo sudah cukup. Rayuan manis soal masa depan, terutama yang berkaitan dengan MotoGP 2027, tak lagi mempan menggoyahkannya. Kali ini, sang pembalap memutuskan untuk lebih egois untuk mengutamakan dirinya sendiri.

Bersama Monster Energy Yamaha, perjalanan Quartararo belakangan ini memang terasa berat. Semuanya berubah sejak ia gagal mempertahankan mahkota juara dunia di 2022. Kemenangan terakhirnya? Itu terjadi di GP Jerman, sudah empat tahun yang lalu. Cukup lama untuk seorang pembalap sekalibernya.

Padahal, kalau melihat bakat dan statistiknya, Quartararo jelas bukan orang sembarangan. Sejak debut MotoGP-nya di 2019, pria Prancis itu sudah mengumpulkan 11 kemenangan dan 32 podium dari 133 start. Angka yang mentereng, tapi sayangnya tak lagi mencerminkan realitas yang ia jalani di lintasan sekarang.

Masalah utamanya, menurut banyak pengamat, ada pada motor. Performa Yamaha YZR-M1 yang jeblok sejak 2021 seolah membelenggu bakat Quartararo. Alih-alih berjuang di depan, 'El Diablo' lebih sering berkutat di papan tengah, jauh dari bayang-bayang kemenangan.

Nah, di sinilah penyesalan itu muncul. Kesempatan untuk pindah pada akhir 2023 ternyata disia-siakan. Quartararo justru memilih memperpanjang kontrak dengan Yamaha untuk musim 2025 dan 2026. Keputusan yang kini terasa seperti beban.

Dengan regulasi baru yang akan diterapkan pada 2027, Quartararo bersikap lebih hati-hati. Ia berjanji akan lebih pilih-pilih. Tujuannya jelas: kembali menjadi juara dunia.

"Waktu saya perpanjang kontrak untuk 2025 dan 2026, tujuan saya tulus: membawa hasil bagus untuk Yamaha," ujar Quartararo.

"Tapi untuk sekarang, saya ingin lebih peduli pada diri sendiri. Pada masa depan saya, dan tujuan-tujuan pribadi saya," tegas pembalap berusia 26 tahun itu.

Di sisi lain, rasanya mustahil ia tidak menyesal melewatkan Aprilia Racing. Tim asal Italia itu sempat meminatinya untuk 2025, dan musim lalu mereka bahkan sudah bisa menyaingi Ducati. Peluang yang mungkin tak datang dua kali.

Kini, tekanan beralih ke Yamaha. Mereka punya waktu kurang dari dua tahun untuk membuktikan bahwa YZR-M1 bisa kembali kompetitif di 2026. Bola ada di tangan mereka. Jika tidak ada perbaikan signifikan, jangan kaget melihat Quartararo mengemas koper dan berpamitan musim depan. Masa depannya, ia tegaskan, tak bisa lagi hanya digadaikan pada janji.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar