LONDON Suasana di Stamford Bridge akhir-akhir ini benar-benar muram. Tekanan terhadap Enzo Maresca kian memuncak, dan itu bukan rahasia lagi. Performa tim terus merosot, suporter sudah meluapkan kekecewaan, dan jadwal sembilan laga di Januari yang padat membuat manajemen Chelsea berada di persimpangan jalan yang krusial. Masa depan sang pelatih kini dipertanyakan.
Bisa dibilang, waktu Maresca mulai menipis. Kalau tren negatif ini nggak berhenti, peluangnya bertahan hingga akhir bulan ini semakin kecil. Bahkan, ada yang bilang dia mungkin nggak akan sampai di sana.
Media Inggris The Guardian melaporkan hal serupa di awal tahun.
Analisis itu nggak main-main. Posisi Maresca memang rapuh. Coba lihat statistiknya: cuma satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Liga Inggris. Itu belum ditambah sejumlah kontroversi internal yang bikin situasi makin runyam.
Ketegangan memuncak saat Chelsea cuma bisa imbang 2-2 lawan Bournemouth. Para pendukung tuan rumah nggak terima. Mereka meledak, mencemooh dengan keras. Puncaknya ketika Cole Palmer ditarik keluar di babak kedua. Stadion langsung bergemuruh. Teriakan "Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan!" menggema, jadi sinyal jelas betapa publik sudah muak dengan keputusan taktis sang pelatih.
Masalahnya nggak cuma di lapangan hijau. Usai kemenangan atas Everton di awal bulan, Maresca ngomong sesuatu yang bikin semua orang bingung.
Artikel Terkait
Cedera Lukaku Berkepanjangan, Rencana Napoli di Ujung Tanduk
Beckham Putra: Kita Juara Grup, Mental Harus Lebih Baik!
Arsenal Hancurkan Aston Villa 4-1, Kokohkan Tahta di Puncak Klasemen
Mencari Ketenangan? Coba Lempar Kail ke Air