BWF Restui Gregoria Tunjung Rehat dari Turnamen demi Lawan Vertigo

- Rabu, 31 Desember 2025 | 07:36 WIB
BWF Restui Gregoria Tunjung Rehat dari Turnamen demi Lawan Vertigo

Badan Bulutangkis Dunia (BWF) akhirnya mengiyakan permintaan protected ranking untuk Gregoria Mariska Tunjung. Izin ini bakal berlaku mulai akhir Desember 2025, minimal tiga bulan dan bisa sampai setahun lamanya.

Pengajuan itu tentu saja punya alasan kuat. PBSI, selaku induk organisasi, mengajukannya sesuai aturan karena Gregoria sedang berjuang melawan vertigo. Penyakit itu butuh penanganan serius dan pemulihan bertahap, sehingga mustahil baginya untuk turun di seri turnamen BWF dalam waktu dekat.

Setelah memeriksa dokumen dan laporan medis, BWF pun memberi lampu hijau. Artinya, nanti ketika Gregoria dinyatakan fit dan siap berlaga, dia berhak mendaftar ke turnamen menggunakan peringkat yang dilindungi itu.

Di sisi lain, kondisi atlet memang jadi perhatian utama. Eng Hian, Kabid Binpres PBSI, menekankan hal itu. Menurutnya, Gregoria akan didampingi secara total oleh tim pendukung PBSI selama masa penyembuhan. Dukungan itu mencakup aspek medis, fisik, latihan teknik, hingga kesehatan mental agar pemulihannya benar-benar tuntas.

“Kami menghormati dan mengapresiasi keputusan BWF yang telah menyetujui permohonan protected ranking bagi Gregoria Mariska Tunjung,” ujar Eng Hian.

“Keputusan ini memberikan ruang bagi atlet untuk fokus menjalani pemulihan tanpa harus terbebani oleh konsekuensi terhadap peringkat dunia. PBSI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh agar Gregoria dapat kembali bertanding dalam kondisi terbaik,” tambahnya.

Gregoria terakhir terlihat bertanding di SEA Games 2025 Thailand. Saat itu, dia menyumbang medali perak untuk tim beregu putri. Namun di partai final, dia takluk dari pebulu tangkis Thailand, Ratchanok Intanon.

Sebelumnya, di Kumamoto Masters 2025 Jepang, perjalanannya juga berakhir di final. Lagi-lagi, Intanon yang menghentikannya. Kekalahan itu kini punya konteks berbeda, mengingat perjuangan Gregoria ternyata tak cuma di lapangan, tapi juga melawan rasa pusing yang mengganggu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar