Uji Nyali Garuda di FIFA Series 2026: Lawan dari Lima Benua Menanti

- Minggu, 23 November 2025 | 05:25 WIB
Uji Nyali Garuda di FIFA Series 2026: Lawan dari Lima Benua Menanti

JAKARTA – Bagi Timnas Indonesia, FIFA Series 2026 bakal jadi ajang uji nyali sesungguhnya. Mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika, hingga Oseania. Ini bukan sekadar jadwal pertandingan biasa, melainkan program uji level yang dirancang khusus bersama FIFA. Kesempatan emas bagi Skuad Garuda untuk benar-benar keluar dari zona nyaman persaingan di Asia.

Selama ini, kita lebih sering melihat Timnas Indonesia bertanding melawan sesama negara anggota Konfederasi Asia (AFC). Tapi lewat FIFA Series, kalender pertandingan uji coba bakal berubah total. Garuda akan diarahkan menghadapi tim-tim dari Afrika (CAF), Eropa (UEFA), Amerika Selatan (CONMEBOL), Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF), serta Oseania (OFC). Perubahan yang cukup signifikan, bukan?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa rangkaian laga lintas benua ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Bukan cuma soal status tuan rumah, tapi yang lebih penting adalah kualitas lawan yang akan dihadapi secara rutin.

“Ini kesempatan besar yang harus kita manfaatkan untuk terus menguji dan menaikkan level Timnas. Dengan menghadapi lawan dari luar Asia secara rutin, para pemain akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah jalan terjal, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia,”

ujar Erick Thohir yang tengah berada di Kongres AFF, Bangkok, Thailand, Sabtu (22/11/2025).

FIFA Series sendiri sebenarnya adalah inisiatif strategis dari FIFA untuk mempertemukan tim-tim nasional dari konfederasi berbeda dalam laga persahabatan yang terorganisir. Tujuannya jelas: meningkatkan pengalaman bertanding internasional dan membantu pemerataan perkembangan sepak bola global.

Buat Timnas Indonesia, paket pertandingan lintas konfederasi ini jadi sarana langsung untuk mempelajari beragam filosofi permainan. Dari kekuatan fisik dan duel udara tim-tim Afrika, disiplin taktis wakil Eropa, kreativitas khas Amerika Selatan, hingga tempo tinggi dari kawasan CONCACAF. Pengalaman semacam ini selama ini sulit didapat kalau cuma ngandalkan jadwal FIFA Matchday melawan sesama negara Asia.

Di sisi lain, posisi Indonesia dalam format global FIFA Series 2026 cukup menarik. Indonesia tercatat sebagai salah satu dari delapan negara yang jadi lokasi penyelenggaraan. Tujuh negara lain yang terlibat adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Puerto Rico, Rwanda, dan Uzbekistan.

Keterlibatan Indonesia dalam kelompok ini menempatkan Garuda dalam ekosistem pertandingan resmi yang menghubungkan berbagai konfederasi. Polanya mirip dengan edisi perdana FIFA Series tahun 2024, ketika FIFA menunjuk lima negara sebagai tuan rumah – Aljazair, Azerbaijan, Mesir, Arab Saudi, dan Sri Lanka.

Waktu itu, contohnya, Aljazair (CAF) menjamu Bolivia (CONMEBOL), Andorra (UEFA), dan Afrika Selatan (CAF) dalam satu klaster pertandingan. Pola serupa akan diterapkan lagi, dengan komposisi negara yang menjamin duel lintas benua yang kompetitif di setiap lokasi.

Dengan struktur seperti ini, Timnas Indonesia bukan cuma dapat lawan uji coba yang beragam, tapi juga ritme pertandingan internasional yang lebih terencana. Kombinasi pengalaman teknis, taktis, dan mental di FIFA Series 2026 diharapkan jadi bekal penting untuk perjalanan jangka panjang Garuda – baik di level regional maupun global.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar