Mendagri Tito Karnavian Dianugerahi Gelar Kehormatan Petua Panglima Hukom dari Wali Nanggroe Aceh
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerima penghargaan tertinggi adat Aceh berupa gelar 'Petua Panglima Hukom' dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dengan protokol adat yang lengkap.
Prosesi Penyerahan Gelar Adat Aceh
Dalam acara yang penuh makna ini, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar secara langsung menyematkan lencana dan selempang kehormatan kepada Mendagri Tito. Prosesi dilanjutkan dengan ritual peusijuk yang merupakan tradisi adat Aceh untuk memberikan resti dan keberkahan.
Ucapan Terima Kasih Mendagri Tito
Menteri Tito menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan bergengsi ini. "Penghargaan ini sangat istimewa karena datang dari Lembaga Wali Nanggroe yang memiliki legitimasi kuat secara sosiologis dan yuridis," ungkap Tito dalam keterangan resminya.
Latar Belakang Pemberian Gelar
Pemberian gelar ini berawal dari audiensi sebelumnya antara Wali Nanggroe dengan Mendagri di Kantor Kementerian Dalam Negeri. Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan terkini pembangunan Aceh mencakup aspek politik, keamanan, dan berbagai isu strategis lainnya.
Kontribusi Tito Karnavian untuk Aceh
Wali Nanggroe menilai Tito layak menerima gelar ini karena kontribusinya yang konsisten untuk Aceh, mulai dari masa jabatannya sebagai Kapolri hingga menjadi Mendagri. Peran aktif Tito dalam menjaga stabilitas keamanan dan politik di Aceh menjadi pertimbangan utama pemberian penghargaan ini.
Makna Strategis Gelar Petua Panglima Hukom
Gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe merupakan pengakuan tertinggi terhadap dedikasi seseorang dalam menjaga keseimbangan antara syariat Islam, adat istiadat, dan hukum nasional di Aceh. Penghargaan ini mencerminkan pengabdian Tito dalam mempertahankan keistimewaan Aceh sebagai daerah bersyariat Islam.
Pentingnya Menjaga Stabilitas Aceh
Dalam kesempatan tersebut, Tito menekankan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dan proses perdamaiannya menjadi contoh dunia. Dia berharap semua pihak dapat terus menjaga kondisi damai yang telah dibangun dengan susah payah selama ini.
Artikel Terkait
Wamen Haji Resmikan Replika Pesawat untuk Simulasi Calon Jemaah di Aceh
BMKG Siagakan Empat Wilayah Jakarta, Waspadai Hujan Lebat hingga Rabu
Jakarta Utara Siagakan 94 Pompa Antisipasi Hujan Lebat dan Banjir Rob
Kebakaran Kandang Ayam di Boyolali Tewaskan 10 Ribu Ekor DOC, Diduga dari Tungku Arang