Mendagri Tito Karnavian Terima Gelar Petua Panglima Hukom, Penghargaan Adat Tertinggi Aceh

- Rabu, 12 November 2025 | 14:15 WIB
Mendagri Tito Karnavian Terima Gelar Petua Panglima Hukom, Penghargaan Adat Tertinggi Aceh

Mendagri Tito Karnavian Dianugerahi Gelar Kehormatan Petua Panglima Hukom dari Wali Nanggroe Aceh

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerima penghargaan tertinggi adat Aceh berupa gelar 'Petua Panglima Hukom' dari Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dengan protokol adat yang lengkap.

Prosesi Penyerahan Gelar Adat Aceh

Dalam acara yang penuh makna ini, Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar secara langsung menyematkan lencana dan selempang kehormatan kepada Mendagri Tito. Prosesi dilanjutkan dengan ritual peusijuk yang merupakan tradisi adat Aceh untuk memberikan resti dan keberkahan.

Ucapan Terima Kasih Mendagri Tito

Menteri Tito menyampaikan apresiasi mendalam atas penghargaan bergengsi ini. "Penghargaan ini sangat istimewa karena datang dari Lembaga Wali Nanggroe yang memiliki legitimasi kuat secara sosiologis dan yuridis," ungkap Tito dalam keterangan resminya.

Latar Belakang Pemberian Gelar

Pemberian gelar ini berawal dari audiensi sebelumnya antara Wali Nanggroe dengan Mendagri di Kantor Kementerian Dalam Negeri. Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan terkini pembangunan Aceh mencakup aspek politik, keamanan, dan berbagai isu strategis lainnya.

Kontribusi Tito Karnavian untuk Aceh

Wali Nanggroe menilai Tito layak menerima gelar ini karena kontribusinya yang konsisten untuk Aceh, mulai dari masa jabatannya sebagai Kapolri hingga menjadi Mendagri. Peran aktif Tito dalam menjaga stabilitas keamanan dan politik di Aceh menjadi pertimbangan utama pemberian penghargaan ini.

Makna Strategis Gelar Petua Panglima Hukom

Gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe merupakan pengakuan tertinggi terhadap dedikasi seseorang dalam menjaga keseimbangan antara syariat Islam, adat istiadat, dan hukum nasional di Aceh. Penghargaan ini mencerminkan pengabdian Tito dalam mempertahankan keistimewaan Aceh sebagai daerah bersyariat Islam.

Pentingnya Menjaga Stabilitas Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Tito menekankan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dan proses perdamaiannya menjadi contoh dunia. Dia berharap semua pihak dapat terus menjaga kondisi damai yang telah dibangun dengan susah payah selama ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar