KPAI Apresiasi Kecepatan Polda Metro Jaya Ungkap Ledakan SMAN 72 Jakarta

- Selasa, 11 November 2025 | 21:40 WIB
KPAI Apresiasi Kecepatan Polda Metro Jaya Ungkap Ledakan SMAN 72 Jakarta

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi tinggi kepada Polda Metro Jaya atas kecepatan mereka dalam mengungkap kasus ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Penyidikan yang berlangsung kurang dari satu pekan dinilai sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa.

Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, dalam sebuah jumpa pers, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai kerja cepat kepolisian. "Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyampaikan hasil penyidikan. Dalam waktu tidak sampai seminggu, kita sudah mendapatkan jawaban mengenai motivasi dan latar belakang kejadian ini," ujarnya.

Selain itu, KPAI juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemulihan para korban, baik dari segi kesehatan fisik maupun dukungan psikologis. KPAI berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan pemulihan semua korban, dengan fokus utama pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Penanganan medis untuk korban luka fisik dan pendampingan psikologis bagi seluruh anak yang terdampak telah dipastikan berjalan. KPAI menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif anak dalam menangani siswa yang diduga sebagai pelaku, yang berstatus sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).

Margaret menegaskan bahwa proses hukum harus mengedepankan Undang-undang Perlindungan Anak dan Sistem Peradilan Anak. ABH harus dilindungi dari perlakuan tidak manusiawi dan harus mendapatkan pendampingan hukum di setiap tahap pemeriksaan dan persidangan. Perlakuan terhadap anak tidak boleh disamakan dengan pelaku kejahatan dewasa.

Kejadian di SMAN 72 Jakarta ini diharapkan menjadi peringatan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Margaret menyerukan agar tenaga pendidik lebih peka terhadap kondisi siswa, tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan aktivitas siswa di luar jam sekolah.

Pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun di dunia maya seperti media sosial, perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan insiden serupa di masa depan.

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada hari Jumat (7/11) saat berlangsungnya khotbah salat Jumat. Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan 96 orang menjadi korban.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar