Diversifikasi Produk dan Peningkatan Kapasitas
Dari yang awalnya hanya memproduksi susu segar, Telaga Rizki 21 kini telah mendiversifikasi produk olahan susu kambingnya. Beragam produk seperti susu pasteurisasi, yoghurt, kefir, keju, dan susu bubuk telah dihasilkan. Inovasi juga dilakukan di bagian hulu dengan memproduksi pakan ternak mandiri dari limbah pertanian.
Usaha ini juga menerapkan prinsip zero waste dengan mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik padat dan cair, yang kemudian dijual dan menjadi sumber pendapatan tambahan.
Dampak dan Pencapaian yang Membanggakan
Transformasi yang dialami Telaga Rizki 21 memberikan dampak ekonomi yang nyata. Omset bulanan yang sebelumnya berkisar Rp10-15 juta, melonjak hingga mencapai Rp40-45 juta, bahkan pernah menyentuh angka Rp60 juta. Produktivitas susu juga meningkat drastis, dari hanya 2-5 liter per hari menjadi puluhan bahkan ratusan liter per hari dengan melibatkan peternak mitra.
Keberhasilan ini juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar, khususnya ibu rumah tangga, dengan sistem kerja yang tidak memberatkan namun berkelanjutan. Saat ini, peternakan utama Telaga Rizki 21 memiliki sekitar 150 ekor kambing dan rutin memproduksi ribuan karung pupuk organik setiap bulannya.
Visi dan Harapan ke Depan
Bagi Winarko, Telaga Rizki 21 lebih dari sekadar bisnis; ini adalah perwujudan filosofi hidup untuk menjadi telaga rezeki yang bermanfaat. Ke depannya, ia berharap produk susu kambingnya dapat berkontribusi dalam program-program pemerintah, seperti program Makan Bergizi. Dengan demikian, ia berharap dapat mendorong kemunculan peternak-peternak baru dan menggerakkan perekonomian hingga ke akar rumput.
Artikel Terkait
Pesawat Angkut Militer Rusia An-26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
Mendagri Resmikan Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Daerah
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026