Nicolas Petro, Putra Presiden Kolombia, Dihadapi 6 Dakwaan Korupsi: Fakta Terbaru

- Selasa, 11 November 2025 | 04:05 WIB
Nicolas Petro, Putra Presiden Kolombia, Dihadapi 6 Dakwaan Korupsi: Fakta Terbaru
Nicolas Petro, Putra Presiden Kolombia, Dihadapkan Enam Dakwaan Korupsi

Nicolas Petro, Putra Presiden Kolombia, Dihadapkan Enam Dakwaan Korupsi

Nicolas Petro, putra tertua dari Presiden Kolombia Gustavo Petro, secara resmi menghadapi enam dakwaan pidana terkait kasus korupsi. Berbagai tuduhan ini diduga terjadi selama masa ia menjabat sebagai seorang anggota parlemen.

Sidang untuk membaca dakwaan telah dilaksanakan pada hari Senin (10/11) waktu setempat. Dalam persidangan tersebut, jaksa menetapkan sejumlah pasal, mulai dari tuduhan memperkaya diri secara tidak sah hingga aktivitas pencucian uang.

Inti dari persoalan ini adalah dugaan penerimaan sejumlah uang dari seorang mantan pengedar narkoba. Uang ini disebut-sebut diterima Nicolas Petro selama masa kampanye pilpres yang mengantarkan ayahnya, Gustavo Petro, menjadi presiden pada tahun 2022. Meski sempat ditahan di pertengahan 2023, Nicolas kemudian dibebaskan dengan syarat tertentu untuk menjalani proses pembelaan diri.

Selain kasus lama, Nicolas Petro juga kini harus berhadapan dengan tuduhan baru. Tuduhan tambahan tersebut meliputi penggelapan dana negara dan pemalsuan dokumen. Kasus ini berhubungan dengan sebuah kontrak pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi bantuan kepada kelompok lansia dan anak-anak penyandang disabilitas. Menurut jaksa, dana dari kontrak tersebut tidak sampai pada sasaran yang semestinya.

Pengungkapan awal kasus ini ternyata berawal dari pengakuan Daysuris Vasquez, mantan istri Nicolas Petro. Setelah hubungan perselingkuhan Nicolas terungkap, Vasquez melaporkan bahwa suaminya pernah menerima sejumlah uang tunai dari Samuel Santander Lopesierra, seorang terpidana kasus perdagangan narkoba internasional.

Nicolas Petro tidak menyangkal bahwa ia menerima uang tersebut. Namun, ia membantah keras bahwa dana itu digunakan untuk mendanai kampanye politik ayahnya. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Gustavo Petro tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai transaksi keuangan yang mencurigakan itu.

Persoalan keluarga Petro ini juga menarik perhatian internasional. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah secara terbuka menuduh Gustavo Petro terlibat dalam perdagangan narkoba. Trump juga dikabarkan menjatuhkan sanksi keuangan terhadap Presiden Kolombia dan keluarganya, termasuk Nicolas Petro.

Akibat sanksi keuangan tersebut, Nicolas Petro mengaku tidak dapat menghadiri sidang pengadilan secara fisik. Melalui pengacaranya, ia menyampaikan bahwa sanksi dari AS membuatnya tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli tiket pesawat guna kehadirannya di pengadilan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar