Batu Raksasa Jatuh di Lembang: Warga Khawatir Tanda Aktivitas Sesar Lembang?

- Senin, 10 November 2025 | 13:10 WIB
Batu Raksasa Jatuh di Lembang: Warga Khawatir Tanda Aktivitas Sesar Lembang?
Batu Raksasa Jatuh di Lembang: Penyebab dan Dampaknya

Batu Raksasa Jatuh di Lembang, Warga Khawatir Terkait Sesar Lembang

Peristiwa unik terjadi di Desa Langensari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tiga buah batu berukuran sangat besar dilaporkan jatuh dari lereng Gunung Batu. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu siang, 8 November 2025.

Yang membuat kejadian ini menarik perhatian adalah kondisi cuaca saat itu. Menurut kesaksian warga setempat, peristiwa jatuhnya batu-batu raksasa ini terjadi tanpa didahului oleh hujan, angin kencang, ataupun guncangan gempa bumi. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai pemicu sebenarnya.

Batu-batu besar tersebut menghantam sebuah rumah kaca (greenhouse) milik warga yang berisi berbagai tanaman. Beruntung, bangunan yang terkena dampak bukanlah tempat tinggal dan tidak menimbulkan korban jiwa. Meskipun mengalami kerusakan, greenhouse tersebut tidak hancur sepenuhnya.

Respons dan Pemantauan BPBD Bandung Barat

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengonfirmasi kejadian ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya masih belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. "Harus diteliti oleh ahlinya, bukan kami. Cuma kalau keterangan warga ya seperti itu, enggak ada angin dan enggak ada hujan, tiba-tiba jatuh," ujar Asep.

BPBD kini aktif memantau lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa di masa depan. Penelitian lebih lanjut dari ahli geologi diperlukan untuk memahami mekanisme di balik peristiwa ini.

Kekhawatiran Warga dan Kaitan dengan Sesar Lembang

Fenomena alam ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat. Banyak warga yang menghubungkan kejadian jatuhnya batu raksasa ini dengan aktivitas Sesar Lembang, patahan aktif yang berada tidak jauh dari lokasi.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi yang menghubungkan kedua hal ini, kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di daerah dekat patahan aktif dan lereng bukit.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar