Ketersediaan Solar di Sumatera Barat Dipastikan Kembali Normal
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, melakukan kunjungan langsung ke beberapa SPBU di Padang untuk memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. Kunjungan ini dilakukan menanggapi laporan kelangkaan solar yang menyebabkan antrian panjang di berbagai SPBU di Sumatera Barat.
Andre Rosiade didampingi oleh perwakilan Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Romi Bachtiar, dan Sales Area Manager Sumbar, Fachri Rizal. Dalam pemantauan tersebut, disampaikan bahwa kelangkaan yang terjadi disebabkan oleh kendala distribusi melalui laut akibat cuaca buruk, bukan karena masalah stok.
Langkah Penyelesaian dan Jaminan Stok BBM
Pertamina telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini. Terminal Teluk Kabung kini beroperasi 24 jam non-stop untuk mempercepat distribusi. Kapal pengangkut BBM yang tertunda telah tiba, sehingga proses pemulihan pasokan sedang berjalan.
Andre Rosiade menyatakan bahwa situasi ketersediaan solar dan Pertalite diprediksi akan normal dalam dua hari ke depan. Kuota BBM bersubsidi untuk Sumatera Barat juga telah ditingkatkan sebesar 15-16% untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempercepat pemulihan.
Stok BBM untuk Sumatera Barat Dinyatakan Aman
Menurut penjelasan pihak Pertamina, stok BBM untuk wilayah Sumatera Barat dalam kondisi aman. Stok solar dan Pertalite diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan 12 hari ke depan. Rata-rata kebutuhan harian BBM di Sumbar adalah sekitar 4.500 hingga 4.800 Kiloliter.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik karena proses normalisasi penyaluran BBM ke SPBU sedang berlangsung. Dengan operasi terminal 24 jam dan peningkatan kuota, diharapkan antrian panjang di SPBU segera terurai dan pasokan kembali lancar.
Artikel Terkait
Bakso Pojoksari Minta Maaf Langsung ke Kakek Candra Usai Tudingan Parkir Liar Viral
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,94 Juta per Gram
APJII: 229 Juta Pengguna Internet RI, Literasi Digital Jadi Tantangan Utama
Prabowo Gelar Pertemuan Strategis dengan Pengusaha, Bahas Kolaborasi untuk Daya Saing Nasional