Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional: Soeharto & Marsinah Masuk Daftar

- Minggu, 09 November 2025 | 19:40 WIB
Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional: Soeharto & Marsinah Masuk Daftar
Prabowo Akan Umumkan Gelar Pahlawan Nasional, Soeharto dan Marsinah Masuk Daftar

Prabowo Akan Umumkan Gelar Pahlawan Nasional, Soeharto dan Marsinah Masuk Daftar

Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama tokoh yang akan menerima gelar pahlawan nasional. Pengumuman resmi ini dijadwalkan berlangsung besok.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa mantan Presiden kedua RI, Soeharto, termasuk dalam daftar sekitar 10 nama yang akan dianugerahi gelar tersebut. Hal ini disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas di Kartanegara, Jakarta Selatan.

"Kurang lebih 10 nama. Ya, masuk, masuk (nama Soeharto)," ujar Prasetyo Hadi.

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo sendiri yang akan mengumumkan secara langsung daftar para penerima gelar kehormatan ini. Proses finalisasi daftar nama telah memasuki tahap akhir setelah melalui berbagai masukan, termasuk dari pimpinan lembaga tinggi negara.

"Finalisasi saja. Tadi juga kemudian Bapak Presiden mendapatkan masukan dari Ketua MPR, kemudian juga dari Wakil Ketua DPR," jelasnya.

Daftar 49 Nama Calon Pahlawan Nasional

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa telah diserahkan daftar berisi 49 nama calon penerima gelar pahlawan kepada Presiden Prabowo. Daftar ini diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Gus Ipul memerinci bahwa dari 49 nama tersebut, terdapat 40 usulan baru dan 9 nama dari usulan periode sebelumnya. Beberapa nama besar yang sangat menonjol dalam daftar usulan ini adalah:

  • Soeharto (Presiden RI ke-2)
  • Gus Dur (Presiden RI ke-4)
  • Marsinah (Aktivis dan Pejuang Buruh)
  • Syekhona Kholil Bangkalan
  • Kiai Bisri Syansuri

Pemberian gelar pahlawan nasional ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengorbanan para tokoh tersebut dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar