Margaret juga menekankan bahwa para korban kemungkinan besar mengalami trauma psikologis pasca-ledakan dan membutuhkan pendampingan. Namun, penanganan prioritas saat ini difokuskan pada penyembuhan luka fisik terlebih dahulu.
"Karena pasti anak-anak ini mengalami trauma. Semua anak, baik yang mengalami luka atau tidak, yang mendengar dan menyaksikan kasus tadi, itu pasti membutuhkan untuk pendampingan psikologis," ujarnya.
Kejadian ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi dua kali saat kegiatan Salat Jumat berlangsung di masjid sekolah. Insiden ini memicu kepanikan massal di kalangan siswa.
Sebagai bentuk tanggap darurat, Polda Metro Jaya telah mendirikan posko untuk korban. Posko bantuan tersebut dapat diakses di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS Yarsi.
Artikel Terkait
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa Roket China
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sebagian Jakarta pada 7 April 2026
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon