Pengurus Nasional Karang Taruna 2025-2030 Resmi Dikukuhkan oleh Mensos
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi telah menyerahkan Keputusan Menteri (Kepmen) nomor 259/HUK/2025. Kepmen ini mengukuhkan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) dan Majelis Pertimbangan Karang Taruna Tingkat Nasional untuk masa bakti 2025-2030 kepada Ketua Umum terpilih, Budisatrio Djiwandono.
Prosesi penyerahan berlangsung di Gedung GAB, Kementerian Sosial, Jakarta, di hadapan seluruh pengurus PNKT yang sedang menjalani orientasi. Acara ini menandai dimulainya secara sah periode kepengurusan baru organisasi pemuda ini.
Komitmen Pengurus Baru Karang Taruna
Budisatrio Djiwandono menyatakan kesiapannya memimpin PNKT. "Kami siap menjalankan tugas dan tanggung jawab ini dengan harapan wujud kesejahteraan sosial dan keadilan sosial benar-benar hadir di seluruh Indonesia," ujarnya setelah pengukuhan. Komitmen ini akan diwujudkan melalui program intervensi langsung dan berbagai program pemberdayaan pemuda.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas atensi dan dukungan penuh dari Kementerian Sosial (Kemensos) terhadap langkah-langkah strategis organisasi Karang Taruna ke depan.
Langkah Strategis dan Fokus Program
Sebagai langkah awal, Budisatrio memaparkan beberapa fokus program, di antaranya:
- Merapikan struktur organisasi Karang Taruna dari tingkat pusat hingga desa.
- Mempersiapkan program kaderisasi yang komprehensif.
- Menginventarisir dan memperkuat UMKM yang telah dijalankan oleh kader Karang Taruna di berbagai daerah.
Program kaderisasi dirancang tidak hanya untuk mencetak penggerak program kesejahteraan sosial, tetapi juga untuk menciptakan pemuda yang mandiri dan berdaya, sehingga dapat membawa nilai tambah bagi diri sendiri dan keluarga.
Harapan Kementerian Sosial untuk Karang Taruna
Menteri Sosial Gus Ipul dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar program kerja PNKT pimpinan Budisatrio dapat sejalan dengan program Kemensos. Khususnya dalam menerjemahkan visi Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan kesejahteraan sosial.
Gus Ipul menekankan peran strategis kader Karang Taruna yang tersebar hingga ke desa-desa. "Karena kader-kader Karang Taruna itu tersebar di desa-desa yang bisa kita ajak untuk turut serta melakukan pemutakhiran data," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penyusunan rencana strategis yang lengkap oleh PNKT, yang akan memudahkan seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan untuk menindaklanjuti dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Karang Taruna sebagai Pilar Kemensos
Karang Taruna diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama Kementerian Sosial. Gus Ipul menyebutkan bahwa pilar Kemensos lainnya meliputi pekerja sosial, pendamping keluarga harapan, pendamping rehabilitasi sosial, Tagana, pelopor perdamaian, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan.
"Nanti bergabung dengan pramuka dan lain-lain menjadi satu kesatuan, saling menguatkan, gandeng tangan, melakukan pemberdayaan masyarakat di desa-desa," pungkas Mensos, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesejahteraan sosial.
Dengan pengukuhan ini, Karang Taruna nasional siap digerakkan untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan sosial Indonesia melalui kaderisasi, pelatihan, dan program pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem Warna Pemilu Jepang, LDP Diproyeksi Pertahankan Dominasi
Banjir Bandang di Nagekeo Hanyutkan Dua Rumah, Dua Kampung Terisolasi
Kecelakaan di Tol Jagorawi Diduga Akibat Pengemudi Kantuk, Dua Orang Luka Ringan
PBB Soroti Sinergi AI dan Ilmu Sosial untuk Kesetaraan Gender di Bidang Sains