Indonesia Klaim Laju Deforestasi Turun 75%, Capai Level Terendah dalam 20 Tahun
Dalam pertemuan puncak COP30, Indonesia menyampaikan kabar baik mengenai penurunan laju deforestasi. Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa laju deforestasi telah turun ke level terendah dalam dua dekade terakhir.
Hal ini disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Belem Climate Summit. "Rata-rata laju deforestasi tahunan kami telah turun ke level terendah dalam dua dekade, mewakili penurunan sebesar 75% sejak 2019," ujarnya.
Investasi dalam Perlindungan Satwa Liar dan Keanekaragaman Hayati
Selain isu iklim, Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Upaya perlindungan satwa liar dinilai krusial untuk kelestarian hutan.
Hashim menjelaskan komitmen Indonesia dalam hal ini. "Kami juga berinvestasi dalam perlindungan satwa liar dengan mengembangkan koridor gajah dan program konservasi berbasis masyarakat bekerja sama dengan mitra internasional dan lokal," jelasnya.
Komitmen Prabowo: Masyarakat sebagai Pusat Aksi Iklim dan Alokasi Hutan Adat
Kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga disoroti. Hashim menyatakan bahwa masyarakat harus menjadi pusat dalam segala upaya perubahan iklim.
Sebagai bukti komitmen, disebutkan bahwa Prabowo telah mengalokasikan 1,4 juta hektare hutan untuk masyarakat adat dan lokal. "Awal tahun ini, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan kepada dunia komitmen berani kami untuk mengakui dan mengalokasikan 1,4 juta hektar hutan adat kepada masyarakat adat dan lokal dalam empat tahun ke depan," pungkas Hashim.
Artikel Terkait
MUI Gelar Munajat Bangsa dan Kukuhkan Pengurus Baru di Istiqlal
PGN Catat Keterikatan Karyawan Capai 87,74% dan Turnover di Bawah 3%
Delapan Buku Pemikiran Yusril Ihza Mahendra Diluncurkan, Gratis untuk Publik
Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025-2030 dan Munajat Nasional di Istiqlal