Imam Ghozali Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Jember, Ini Motifnya
Seorang pria di Jember, Imam Ghozali (35), diduga melakukan penganiayaan terhadap ibunya sendiri, Susianti (60), yang berujung tewas. Kejadian tragis ini terjadi di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah.
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengungkapkan bahwa motif penganiayaan ini diduga kuat karena pelaku merasa tersinggung oleh perkataan korban. Perkataan sang ibu memicu emosi pelaku hingga akhirnya kalap dan melakukan tindakan kekerasan.
Konsumsi Obat Antimo dalam Jumlah Banyak
Dalam pengakuannya, Imam Ghozali menyebutkan bahwa dirinya mengonsumsi pil Antimo, sejenis obat anti depresiasi, dalam jumlah yang sangat besar. Konsumsi obat ini membuatnya merasa lebih enak, namun di sisi lain juga menjadi lebih sensitif secara emosional.
Pemicu Amarah Sang Anak
Polisi menyebutkan bahwa pelaku tinggal bersama ibunya setelah bercerai dan tidak memiliki pekerjaan. Pemicu amarahnya adalah ketika ibunya marah dan melontarkan kalimat, "Kamu kerja tidak, minta-minta terus." Perkataan inilah yang diduga menjadi pemicu utama amarah Imam.
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku kemudian menganiaya korban dengan menggunakan alat vulkanisir. Akibat penganiayaan tersebut, Susianti pun tewas.
Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai pentingnya mengelola emosi dan bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan semua fakta dan kronologi kejadian.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Sabtu Pagi: UBS Konsisten Lebih Mahal dari Galeri 24
Penerima Beasiswa LPDP Minta Maaf Usai Polemik Unggahan Cukup Saya WNI
Prabowo Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Raksasa Tidur di Hadapan Investor Global
Warga Haji Nawi Keluhkan Kebisingan Lapangan Padel hingga Tensi Naik Drastis