Kemendagri Tutup Rakornas Dukcapil 2026, Tegaskan Peran NIK dan IKD sebagai Fondasi Digital

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Kemendagri Tutup Rakornas Dukcapil 2026, Tegaskan Peran NIK dan IKD sebagai Fondasi Digital

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026. Acara yang berlangsung dua hari di Jakarta ini menegaskan penguatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai fondasi utama implementasi Digital Public Infrastructure (DPI) untuk mempercepat transformasi digital pemerintah.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi, menekankan bahwa digitalisasi pelayanan bukan sekadar perubahan dari sistem konvensional ke digital. Menurutnya, esensi paling mendasar adalah menghadirkan kemudahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Digitalisasi itu bukan sekadar memodernisasi dari konvensional menjadi modern. Tapi yang lebih bermakna adalah bagaimana digitalisasi itu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Lebih baik, lebih cepat, lebih tepat, lebih transparan, dan berbagai hal lainnya," ujar Teguh saat menutup acara di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Teguh memaparkan posisi vital data kependudukan dalam mendukung berbagai sektor pembangunan. Sesuai amanat undang-undang, data Dukcapil dimanfaatkan untuk lima kebutuhan utama: perencanaan pembangunan nasional, penentuan pos alokasi anggaran, pilar integrasi pelayanan publik, basis penyelenggaraan demokrasi (dari Pilpres hingga Pilkades), serta instrumen penegakan hukum dan pencegahan kriminalitas.

Seiring dengan pemanfaatan yang luas tersebut, Dukcapil terus mengakselerasi perekaman dokumen kependudukan di seluruh Indonesia. Teguh menyebut capaian perekaman KTP elektronik telah melampaui 97,3 persen dari total wajib KTP-el.

"Harapan kita bersama, seluruh Dinas Dukcapil bisa terus melayani masyarakat secara cepat, tepat, akurat, mudah, membahagiakan, dan tentunya gratis tanpa ada kendala," kata Teguh.

Apresiasi untuk Jajaran Daerah

Pada kesempatan yang sama, Teguh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Dukcapil kabupaten/kota dan provinsi atas dedikasi dan integritas yang ditunjukkan. Ia menilai keberhasilan pelayanan kependudukan nasional berawal dari kerja keras para petugas di daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

"Saya menyampaikan terima kasih dari lubuk hati paling dalam atas kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas Bapak dan Ibu sekalian. Terbukti, walaupun anggaran turun, semangat luar biasa dan kinerja Dukcapil tetap sangat bagus," tegas Teguh.

Seluruh data hasil pelayanan di daerah saat ini dikelola secara terintegrasi melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat. Ke depan, pemerintah pusat berupaya terus meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur teknologi informasi agar ekosistem pelayanan kependudukan di seluruh Indonesia berada dalam satu frekuensi yang andal dan aman.

"Ayo, seluruh Dinas Dukcapil bergerak bersama. Dukung itu, (kalau) dikasih kebijakan semua program pemerintah, kita dukung," ajak Teguh.

Rakornas Dukcapil 2026 mengusung tema 'NIK dan IKD sebagai Fondasi Digital Public Infrastructure dalam Mendukung Transformasi Digital Pemerintah'. Forum ini menjadi wadah penguatan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung agenda transformasi digital pemerintahan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags