Serangan Rusia terhadap sebuah gudang penerbit di timur laut Ukraina akhir pekan lalu menghancurkan delapan juta buku, menurut penerbit setempat. Peristiwa ini disebut sebagai kerugian terbesar bagi infrastruktur buku Ukraina sejak perang skala penuh dimulai.
Penerbit Ranok, yang gudangnya di Kharkiv menjadi sasaran, mengonfirmasi bahwa buku-buku yang hangus termasuk buku teks untuk anak-anak. "Api masih berkobar. Musuh berusaha membakar pendidikan dan budaya kita," demikian pernyataan mereka di media sosial.
Seorang reporter AFP yang berada di lokasi pada Sabtu (1/8) menyaksikan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api beberapa jam setelah serangan drone dan rudal. Direktur penerbit, Viktor Kruglov, menyebut insiden ini sebagai "serangan terhadap pendidikan dan budaya Ukraina."
Ini bukan kali pertama Rusia menargetkan pusat penerbitan. Pada bulan lalu, sebuah gudang di dekat Kyiv terbakar dan menghanguskan 800.000 buku, termasuk karya-karya George Orwell dan Barack Obama. Sepanjang invasi, Rusia juga kerap menyerang museum, galeri, studio film, gereja, dan situs budaya penting lainnya di Ukraina.
Artikel Terkait
Serangan Balasan Ukraina dan Rusia Kembali Memakan Korban
Serangan Drone Ukraina Tewaskan Delapan Orang di Rusia
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Sembilan Orang di Kyiv
Serangan Rudal Rusia Kembali Hantam Kiev, Tiga Tewas