Anak Petani Banyumas Raih Lulusan Terbaik IPDN, Disematkan Langsung oleh Presiden Prabowo

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Anak Petani Banyumas Raih Lulusan Terbaik IPDN, Disematkan Langsung oleh Presiden Prabowo

Di balik seragam putih yang dikenakan saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), tersimpan kisah perjuangan seorang anak petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar. Berkat kerja keras dan ketekunannya, Toriq berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026.

Prestasi itu mengantarnya menjadi satu dari tiga Purna Praja yang mendapat kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebuah pengakuan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Toriq adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Keluarganya hidup sederhana; orang tuanya bekerja sebagai petani, peternak bebek, dan menjual telur bebek ke warung-warung sekitar rumah. Kakaknya bekerja sebagai buruh pabrik kayu tak jauh dari kediaman mereka.

Berbekal tekad kuat untuk mengangkat derajat keluarga, ia mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada 2022. "Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).

Perjalanan menuju gerbang IPDN tidaklah mulus. Keterbatasan biaya sempat menghadang. Jarak Banyumas ke Semarang yang menjadi lokasi seleksi memaksa keluarganya mengumpulkan dana untuk transportasi dan kebutuhan administrasi. Demi mewujudkan cita-cita sang anak, orang tuanya berusaha mencari bantuan agar Toriq bisa mengikuti seluruh tahapan seleksi.

"Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu," jelasnya.

Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Toriq melewati semua tahapan seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Ia bahkan mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama di sesi seleksinya, sebelum akhirnya meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi Provinsi Jawa Tengah.

Momen penyematan langsung oleh Presiden menjadi puncak kebanggaan tersendiri. "Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah," ungkapnya.

Pengalaman itu semakin memperkuat tekadnya untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai aparatur pemerintah. "Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags