Realisasi Investasi KEK Capai Rp32 Triliun hingga Semester I 2026, Serap 34.162 Tenaga Kerja

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Realisasi Investasi KEK Capai Rp32 Triliun hingga Semester I 2026, Serap 34.162 Tenaga Kerja

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi investasi sebesar Rp32 triliun hingga semester I 2026, dengan dominasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp24 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8 triliun. Investasi tersebut berhasil menciptakan 34.162 lapangan kerja baru.

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK telah mencapai Rp368 triliun sejak kebijakan ini diluncurkan. Investasi itu berasal dari 444 badan usaha dan pelaku usaha, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 283.234 orang hingga 28 Juli 2026.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menegaskan bahwa KEK terus memperkuat perannya sebagai kontributor transformasi ekonomi nasional. "Capaian strategis periode ini mencakup penguatan hilirisasi industri, advanced manufacturing, layanan kesehatan internasional, hingga penyiapan ekosistem energi hijau yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Proyek Prospektif di Berbagai Sektor

Edwin membeberkan sejumlah KEK prospektif yang mendukung agenda hilirisasi. KEK Gresik menarik rencana investasi USD600 juta dari PT GEABH Joint Technology untuk membangun pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 120.000 ton per tahun. Sementara itu, PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei telah merealisasikan investasi USD130 juta di sektor hilirisasi kelapa sawit.

Di sektor manufaktur, KEK Kendal memulai pembangunan pabrik PT Hoi Fu senilai Rp1,12 triliun yang berpotensi menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Adapun KEK Industropolis Batang memperkuat pengembangan energi hijau melalui penandatanganan dua nota kesepahaman dengan investor Hungaria.

Penguatan ekosistem hilirisasi juga terlihat di KEK Galang Batang yang mengintegrasikan produksi 12 juta ton bauksit, 4 juta ton smelter grade alumina (SGA), hingga 2 juta ton aluminium ingot per tahun.

Pengembangan Ekonomi Digital dan SDM

KEK juga mengembangkan ekonomi digital melalui pusat data, kecerdasan buatan (AI), dan konektivitas internasional, termasuk pengoperasian kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable sepanjang 50 km berkapasitas 1,6 petabit per detik.

Di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengembangan SDM, KEK terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Misalnya, peningkatan kunjungan wisatawan di berbagai KEK pariwisata, kolaborasi KEK Singhasari dengan King's College London, serta pengembangan talenta industri melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan yang didukung alokasi anggaran Rp6,26 triliun untuk program pelatihan vokasi dan kesiapan tenaga kerja.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags