Netanyahu: Pasukan Khusus Siap Siaga Selamatkan Saya Jika Ditangkap di Luar Negeri

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Netanyahu: Pasukan Khusus Siap Siaga Selamatkan Saya Jika Ditangkap di Luar Negeri

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pasukan khusus negaranya siap siaga untuk melakukan intervensi jika ia ditangkap saat berada di luar negeri. Pernyataan ini muncul di tengah ancaman penangkapan berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang mengaitkannya dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Belakangan, Wali Kota New York Zohran Mamdani secara terbuka menyerukan penangkapan Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Mamdani bahkan menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan mendesak pemerintah federal AS untuk melaksanakan surat perintah penangkapan ICC terhadap PM Israel tersebut.

Dalam wawancara dengan presenter Fox News, Sean Hannity, yang dilansir Middle East Monitor dan The Independent pada Sabtu (1/8/2026), Netanyahu ditanya apakah ia khawatir jika harus mendarat di negara yang mengakui ICC dalam situasi darurat, seperti kondisi medis. "Anda bepergian ke luar negeri, jangan sampai terjadi, lalu Anda mengalami keadaan darurat medis, dan harus mendarat, dan Anda hendak mendarat di negara yang mengakui ICC. Itu akan memperumit situasi. Apakah Anda mengkhawatirkan hal tersebut?" tanya Hannity.

Menjawab pertanyaan itu, Netanyahu mengaku memang memikirkannya. "Iya, saya memikirkannya. Anda tahu, kami memiliki pasukan khusus di sekitar ini. Saya sendiri pernah bertugas di sana selama lima tahun," ujarnya. Hannity kemudian menanggapi dengan menyebut militer Israel "sangat tangguh", yang langsung ditimpali Netanyahu: "Iya, mari kita berikan mereka tugas baru."

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa unit pasukan khusus Israel dapat ditugaskan untuk menyelamatkan Netanyahu jika ia ditangkap saat berada di luar negeri.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags