IKD Dukcapil Raih Penghargaan Top Public Service Application

- Jumat, 31 Juli 2026 | 19:50 WIB
IKD Dukcapil Raih Penghargaan Top Public Service Application

Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikembangkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan Top Public Service Application for Ministry pada ajang JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi layanan publik berbasis digital yang memudahkan masyarakat.

Penghargaan diserahkan langsung oleh CEO JawaPos.com, Dhimas Ginanjar, kepada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan, di sela acara puncak yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/7/2026). IKD sendiri merupakan KTP elektronik dalam bentuk digital yang tersimpan di ponsel, memuat data kependudukan, Kartu Keluarga, serta dokumen penting lainnya. Dengan begitu, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan administrasi, kesehatan, perbankan, hingga pendidikan tanpa perlu membawa atau menggandakan dokumen fisik.

Dalam sambutannya, Dhimas menjelaskan bahwa ajang ini digelar untuk mengapresiasi kementerian, lembaga, badan usaha, dan organisasi yang terus beradaptasi serta berinovasi melalui transformasi digital. Menurutnya, media menjadi saksi lahirnya ide-ide baru, keberanian perusahaan untuk berubah, dan bagaimana inovasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu," kata Dhimas dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga budaya kerja dan keberanian organisasi untuk berubah. "Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apapun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaannya tidak ada yang mau berubah," ujarnya.

Dhimas menambahkan, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus belajar. Perjalanan tersebut tidak mudah, sehingga organisasi harus terus beradaptasi dan tidak cepat berpuas diri. "Bagi kami, digital ini sebuah maraton yang mungkin tidak ada garis finishnya. Saat ini kita mungkin tahu apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi era digital, tapi besok ketika tiba-tiba ada teknologi baru, ada algoritma baru, kita seakan memulainya lagi dari nol. Tapi ya itu adalah tantangan yang harus kita lewati," tandasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta para perwakilan kementerian/lembaga, BUMN, dan perusahaan swasta penerima penghargaan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags