Gempa bumi kembar berkekuatan dahsyat melanda Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat, menewaskan sedikitnya 188 orang dan melukai lebih dari 1.520 lainnya. Dua guncangan utama magnitudo 7,5 dan 7,5 menghantam wilayah Caracas dan sekitarnya, meruntuhkan gedung-gedung dan memicu keadaan darurat nasional.
Pemimpin Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, segera mengumumkan status darurat setelah gempa pertama dan kedua terjadi hanya dalam rentang waktu singkat, diikuti lebih dari 20 gempa susulan. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Rodríguez mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga.
Salah satu dampak paling langsung adalah penutupan Bandara Internasional Maiquetia yang terletak di dekat Caracas. Rodríguez menjelaskan bahwa infrastruktur bandara mengalami kerusakan serius akibat guncangan, sehingga tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
Ketua Majelis Nasional, Jorge Rodriguez, mengumumkan angka korban terbaru dan menyebutkan bahwa tawaran bantuan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan terus berdatangan dari berbagai pihak. Negara bagian La Guaira, di sebelah utara Caracas, menjadi wilayah yang paling parah terdampak.
Di La Guaira, pemandangan memilukan terlihat di mana-mana. Warga berjalan tertatih-tatih di antara puing-puing bangunan yang runtuh, ada yang memanggil-manggil nama orang terkasih yang belum ditemukan, ada pula yang berusaha menolong korban luka namun kerap menemui jalan buntu karena akses yang terputus dan keterbatasan alat berat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sebut Ada Pihak Bayar Demonstran, Pengamat: Peringatan Keras Pemerintah soal Demo Tak Murni
Kemacetan Pagi di Tol Japek dan Janger Akibat Perbaikan Jalan dan Volume Kendaraan Tinggi
Ditjen Bina Keuda Kemendagri Raih Empat Penghargaan Pengelolaan Anggaran 2025
Caddy Perempuan di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Selidiki Kasus