Paus Leo XIV mengirimkan bantuan darurat awal sebesar 100.000 euro atau sekitar USD 114.000 kepada para korban gempa kembar yang mengguncang Venezuela. Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu telah menewaskan sedikitnya 164 orang dan melukai lebih dari 970 lainnya, menurut data sementara yang dirilis pemerintah setempat.
Dana tersebut akan disalurkan melalui Apostolic Almonry, kantor Vatikan yang bertanggung jawab atas kegiatan amal dan bantuan Paus bagi masyarakat yang mengalami kesulitan. Vatican News, situs berita resmi Vatikan, menyebut sumbangan ini sebagai "kontribusi awal" yang dimaksudkan untuk mendukung upaya bantuan darurat.
Venezuela diguncang dua gempa dahsyat pada Rabu hingga Kamis malam. Gempa terkuat sejak tahun 1900 ini menghantam wilayah di sebelah barat Caracas. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, melaporkan bahwa negara bagian La Guaira di utara Caracas menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak.
Di tengah gelapnya malam, tim penyelamat dan warga setempat terus berupaya mencari korban selamat serta mengevakuasi orang-orang dari bawah reruntuhan bangunan. Kesulitan besar masih dihadapi di lapangan.
"Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," kata Larry Rojas (49) kepada AFP saat berdiri di depan bangunan yang runtuh, tempat keluarganya terjebak di kota Catia La Mar, La Guaira.
Banyak negara telah menawarkan bantuan kepada Venezuela yang tengah melemah akibat krisis ekonomi dan sosial yang parah. Kuba, Iran, Italia, Amerika Serikat, Prancis, Spanyol, dan Uni Eropa termasuk di antara negara dan lembaga yang menyatakan kesiapan mengirimkan tim penyelamat dan bantuan lainnya.
Artikel Terkait
Anggaran Rp1,5 Triliun Tak Sebanding Kebutuhan, Ditjen Permukiman Hadapi Defisit Rp23,37 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah
Makam di Brebes Digali Dua Kali Berturut-turut, Warga Curiga Pelaku Incar Tali Kafan untuk Ritual
10 Anggota TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya Kembali ke NKRI, Serahkan Atribut Separatis di Markas Kodam XVIII/Kasuari
Indonesia Teken Kontrak Impor Minyak Mentah dari Rusia, Realisasi Bertahap hingga 2026