Harga minyak dunia yang merosot ke titik terendah dalam empat bulan menjadi sorotan utama di pemberitaan ekonomi, Rabu, 24 Juni 2026. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif sepanjang pekan dan menekan pasar komoditas global. Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS turut mewarnai pergerakan pasar keuangan.
Nilai tukar rupiah ikut tertekan. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah berada di level Rp17.954 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan menguatnya mata uang Negeri Paman Sam di tengah lonjakan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Dolar AS tercatat menguat tipis pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat.
Di pasar logam mulia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami penurunan signifikan. Emas Antam yang dijual di Butik Emas Antam hari ini dibanderol Rp2,655 juta per batang. Penurunan ini menjadi perhatian bagi investor yang menjadikan emas sebagai aset lindung nilai.
Di tengah tekanan eksternal, kabar positif datang dari sektor Badan Usaha Milik Negara. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menilai kinerja BUMN menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurutnya, transformasi yang dijalankan membawa dampak positif terhadap performa perusahaan-perusahaan pelat merah.
“Transformasi membawa dampak positif, kinerja BUMN melejit,” ujar Dony Oskaria dalam keterangannya.
Kelima topik tersebut menjadi berita paling populer di kanal ekonomi pada hari itu, mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan dan sektor korporasi nasional.
Artikel Terkait
13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Dilimpahkan ke Kejari, Segera Disidangkan
Insentif Kendaraan Listrik Mulai Juli 2026, Indef Yakin Dorong Pertumbuhan Pasar Otomotif
Pengendara Motor Luka-Luka Usai Tabrak Separator di Jalan MT Haryono Jakarta Selatan
Gempa M 6,7 di Sigi Rusak 2.533 Rumah dan 1.349 Gempa Susulan Terjadi