Tiga Bank BUMN Bagikan Dividen Rp61,4 Triliun, BTN Pilih Tahan Laba demi Ekspansi Kredit

- Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15 WIB
Tiga Bank BUMN Bagikan Dividen Rp61,4 Triliun, BTN Pilih Tahan Laba demi Ekspansi Kredit

Himpunan bank negara (Himbara) menunjukkan komitmennya terhadap pemegang saham dengan membagikan dividen tahun buku 2025. Tiga bank pelat merah, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, tercatat mengalokasikan laba bersih untuk dividen dengan rasio pembayaran yang solid. Keputusan ini diambil di tengah langkah berbeda dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang memilih menahan laba demi ekspansi kredit.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi yang terdepan dalam hal nilai. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun. Pembagian ini dilakukan secara bertahap, terdiri dari dividen interim dan dividen final.

Berdasarkan risalah RUPST 2026 BRI, dividen interim sebesar Rp20,63 triliun telah dibayarkan pada 15 Januari 2026. Sementara itu, dividen final senilai Rp31,47 triliun atau setara Rp209 per lembar saham akan dibayarkan pada 8 Mei 2026.

Di sisi lain, Bank Mandiri menyalurkan dividen interim tahun buku 2025. Langkah ini, menurut manajemen, mencerminkan fundamental perseroan yang solid, likuiditas yang terjaga, serta konsistensi kinerja dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham. Keputusan ini juga dinilai memperkuat peran perseroan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagaimana telah dipublikasikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), bank berkode emiten BMRI ini membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham. Pembayaran diberikan kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 7 Januari 2026. Total nilai dividen interim yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp9,3 triliun.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan memasuki periode cum dividen pekan ini, sebelum libur Nyepi dan Lebaran 2026. Untuk pasar reguler dan pasar negosiasi, cum dividen dijadwalkan pada Selasa, 17 Maret 2026. Adapun cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 26 Maret 2026, yang sekaligus menjadi tanggal recording date atau penentuan pihak yang berhak menerima dividen. Jadwal ini menjadi penanda penting bagi investor yang ingin memastikan namanya tercatat sebagai penerima dividen tahun buku 2025.

Keputusan berbeda diambil oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Dalam RUPST Tahun Buku 2025, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen. Laba bersih BTN 2025 senilai Rp3,5 triliun seluruhnya dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi kredit ke depan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, RUPST memutuskan dividend payout ratio sebesar nol persen. Pertimbangannya adalah untuk mendukung ekspansi kredit yang melebihi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sehingga laba digunakan sebagai penguatan permodalan pada 2026.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh rencana pengambilalihan portofolio kredit yang telah diproses dalam jangka waktu cukup panjang. Portofolio itu mencakup kredit produktif maupun konsumtif dengan nilai transaksi yang melebihi 20 persen dari ekuitas perseroan, sehingga memerlukan penguatan permodalan. Nixon menjelaskan, perseroan sebelumnya telah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk penerbitan surat utang, namun dinilai kurang efisien.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar