Pemerintah Rusia menyebut senjata nuklir sebagai satu-satunya benteng yang mencegah dunia terjerumus ke dalam perang global. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran akan perlombaan senjata baru yang melibatkan banyak negara, apalagi setelah perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat resmi berakhir.
Perjanjian New START, yang selama ini menjadi pembatas dua kekuatan nuklir terbesar di dunia, telah habis masa berlakunya pada Februari lalu. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda dari Moskow maupun Washington untuk memperbarui atau menggantinya, meskipun keduanya sepakat membangun kembali pembicaraan militer tingkat tinggi.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan hal tersebut dalam forum kebijakan luar negeri di Moskow. Ia menegaskan bahwa sistem keamanan global saat ini sedang terkikis.
"Faktanya, kita tidak memiliki apa pun lagi di dunia ini selain pencegah nuklir. Itu satu-satunya hal yang melindungi dunia dari perang global," kata Peskov dalam forum tersebut, Rabu (24/6/2026).
Peskov juga menyoroti perkembangan teknologi persenjataan. Menurutnya, jenis baru senjata non-nuklir akan terus bermunculan dan pada akhirnya mungkin menyamai daya hancur senjata nuklir.
Retorika nuklir ini bukan hal baru. Presiden Rusia Vladimir Putin telah berulang kali melontarkannya selama empat tahun invasi militer ke Ukraina berlangsung. Amerika Serikat dan Eropa menuding retorika tersebut sebagai gertakan yang sembrono.
Artikel Terkait
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Dikerahkan ke 178 Sekolah Rakyat untuk Bina Karakter Disiplin Siswa
Rizky Billar Buka Suara soal Tuduhan KDRT, Rujuk Rekaman CCTV dan Klarifikasi Lesti
Bamsoet Dukung Penuh Drag Konten Kreator di Bandung, Padukan Otomotif dan Ekonomi Kreatif
Fraksi Gerindra Bantah Ada Rapat Khusus Awasi Gibran, Tegaskan Dukungan Penuh ke Pemerintahan Prabowo