Hunter Biden mengungkapkan bahwa kanker prostat yang diderita ayahnya, mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, telah menyebar ke tulang dan bagian tubuh lainnya. Kondisi ini, menurut Hunter, menimbulkan rasa sakit yang hebat dan sangat memengaruhi aktivitas sehari-hari sang ayah.
Dalam wawancara dengan program Newsnight BBC, Hunter Biden menggambarkan betapa beratnya kondisi ayahnya. "Kanker itu telah menyebar, bermetastasis ke tulang dan bagian tubuh lainnya. Kondisi ini sangat menyakitkan dan sangat melumpuhkan dalam banyak hal," ujarnya seperti dikutip Reuters, Minggu (9/8).
Hingga berita ini ditulis, juru bicara Joe Biden belum memberikan komentar terkait pernyataan Hunter tersebut.
Joe Biden pertama kali mengumumkan dirinya mengidap kanker prostat agresif pada Mei 2025, sekitar empat bulan setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Saat itu, ia juga menyatakan bahwa kanker telah menyebar ke tulang.
Pada Oktober 2025, juru bicara Biden mengonfirmasi bahwa mantan presiden tersebut menjalani terapi radiasi dan terapi hormon untuk mengendalikan perkembangan penyakitnya.
Joe Biden mencatat sejarah sebagai presiden tertua yang terpilih dalam pemilihan presiden Amerika Serikat saat memenangkan Pilpres 2020. Selama menjabat pada periode 2021 hingga 2025, kondisi kesehatan fisik dan ketajaman mentalnya kerap menjadi sorotan publik maupun lawan politiknya.
Meski tengah menjalani perawatan, Biden masih beberapa kali tampil di hadapan publik. Pada Juni lalu, ia menghadiri peresmian Perpustakaan Kepresidenan Barack Obama di Chicago. Biden sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Obama selama dua periode, yakni 2009 hingga 2017.
Selain itu, Reuters melaporkan bahwa memoar kepresidenan Joe Biden dijadwalkan terbit pada 17 November mendatang.
Artikel Terkait
Ejakulasi 21 Kali Sebulan Terkait dengan Penurunan Risiko Kanker Prostat
Biden Kembali Serang Trump: Pecundang, Korup, dan Narsis