Pemerintah Siapkan Anggaran Rp6,26 Triliun untuk Program Magang dan Vokasi Semester II 2026

- Selasa, 23 Juni 2026 | 09:00 WIB
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp6,26 Triliun untuk Program Magang dan Vokasi Semester II 2026

Pemerintah memastikan keberlanjutan program magang dan pelatihan vokasi nasional pada Semester II Tahun 2026 sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran senilai Rp6,26 triliun yang diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat usia produktif dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong pelaksanaan program magang dan vokasi pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, program ini menjadi salah satu penggerak perekonomian di masyarakat. “Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” ujar Airlangga dalam siaran pers pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam paket stimulus yang disiapkan, pemerintah mengalokasikan Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional yang menyasar 150 ribu peserta, serta Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi. Program vokasi sendiri diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 50 ribu pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa Program Magang Nasional 2025 atau MagangHub telah menunjukkan hasil yang positif. Program tersebut berhasil menjaring 102,6 ribu peserta dari total 370,5 ribu pendaftar. Mereka ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Setiap peserta mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan dari mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap program tersebut. Dari sisi manfaat ekonomi, 67,13 persen responden menilai program ini membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta dan keluarganya. Sementara itu, survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga menunjukkan hasil serupa, dengan 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang.

“Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II,” ujar Yassierli.

Penilaian dari 22.297 mentor menunjukkan bahwa 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program. Selain itu, terjadi peningkatan pada kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan. “Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor,” kata Yassierli.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh tawaran kerja. Sektor perdagangan besar dan industri pengolahan menyusul di posisi berikutnya. Sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga tercatat aktif merekrut lulusan program magang. “Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen data peserta magang,” ucap Yassierli.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar