Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Saan Mustopa, angkat bicara mengenai gelombang demonstrasi yang belakangan terjadi sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa lembaga legislatif terus menampung dan menyikapi setiap keluhan yang disuarakan oleh masyarakat.
"Ya kalau kita berharap di DPR, kita menyikapi semua persoalan. DPR itu bisa secara bersama-sama. Jadi semua yang menjadi aspirasi masyarakat, semua yang menjadi keluh-kesah masyarakat yang masuk ke DPR tentu kita sikapi secara bersama-sama," ujar Saan kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menurut politisi tersebut, komitmen itu telah dibuktikan dengan penerimaan DPR terhadap berbagai kelompok, mulai dari mahasiswa hingga organisasi kemasyarakatan yang menyuarakan pendapatnya di depan gedung parlemen. Ia menekankan bahwa DPR senantiasa mendengarkan dan merespons setiap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
"Beberapa waktu lalu juga DPR kan menerima kelompok mahasiswa, menerima kelompok ormas dan semuanya. Saya yakin DPR tetap solid, tetap punya sikap yang sama terkait dengan bagaimana kita sama-sama bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat dan kita juga sikapi secara bersama-sama," tuturnya.
Di sisi lain, Saan memastikan bahwa DPR RI juga terus mengawal kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah. Ia menambahkan, segala tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran turut didengarkan dan menjadi perhatian serius lembaga legislatif.
"Ya kita nanti bisa begini, apa yang menjadi komitmen pemerintah tentu juga harus dikawal. Misalnya terkait program-program yang menjadi tuntutan mereka, ini sudah menjadi rahasia umum ya tuntutan mereka," ujar dia.
Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir terjadi sejumlah aksi unjuk rasa yang mengkritisi kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Jumat (19/6) lalu.
Saat itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pimpinan DPR dan pimpinan komisi menerima perwakilan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, DPR berkomitmen untuk meneruskan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi kebijakan.
"Pada hari ini pimpinan DPR dan pimpinan komisi telah menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa, baik dari HMI MPO, Trisakti, Mercubuana, Esa Unggul, dan beberapa kampus lain. Yang pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah, menyampaikan aspirasi kepada DPR dalam hal tugas pengawasan DPR," kata Dasco seusai audiensi di kompleks parlemen.
Dasco menambahkan bahwa dialog berlangsung secara konstruktif dan terbuka. Ia menyebutkan DPR akan membuka ruang komunikasi lanjutan dengan mahasiswa guna membahas lebih dalam berbagai persoalan yang diangkat.
"Tadi kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan karena memang waktu yang membatasi, sehingga ke depan kami akan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik mahasiswa," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menyatakan bahwa mayoritas tuntutan yang mereka bawa ditujukan kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Salah satu isu utama yang disorot adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
"Ada beberapa hal yang tadi langsung terjawab dan memang mungkin ada beberapa hal yang langsung diberikan penyelesaiannya, tetapi masih ada beberapa pekerjaan rumah yang kita tunggu komitmennya," ujarnya.
"Salah satunya yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, yaitu terkait dengan kelangkaan BBM subsidi," sambungnya.
Artikel Terkait
KPK Dalami Fakta Baru Persidangan: Ahmad Dedi Diduga Terima Rp30 Miliar dalam Dolar Singapura
Polisi Libatkan Meta untuk Lacak Jejak Digital Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung
Kejaksaan Agung Terus Buru Eddy Tansil dan Sita Aset Korupsi Bank Bapindo Senilai Rp10,1 Triliun
Menkeu Targetkan Alokasi Dana ke Daerah Naik Rp90 Triliun pada 2027