Rusia Gagalkan Serangan 59 Drone Ukraina yang Targetkan Moskow

- Senin, 22 Juni 2026 | 14:45 WIB
Rusia Gagalkan Serangan 59 Drone Ukraina yang Targetkan Moskow

Pertahanan udara Rusia berhasil menggagalkan serangan puluhan pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan Ukraina menuju ibu kota Moskow pada Senin, 22 Juni 2026. Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyatakan bahwa sebanyak 59 drone berhasil dicegat saat mendekati wilayah kota dalam serangan yang berlangsung semalam.

“Spesialis layanan darurat sedang bekerja di lokasi jatuhnya puing-puing,” tulis Sobyanin melalui kanal Telegram resminya. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pasti jatuhnya serpihan drone tersebut.

Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Rusia memberlakukan pembatasan sementara terhadap penerbangan di sejumlah bandara yang melayani wilayah Moskow. Langkah itu diambil sebagai prosedur keamanan untuk memastikan keselamatan penerbangan sipil selama ancaman udara berlangsung.

Meskipun serangan berlangsung intensif, pihak berwenang menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.

Serangan drone yang menyasar Moskow dan berbagai wilayah Rusia lainnya semakin sering terjadi sejak konflik antara Rusia dan Ukraina pecah pada 2022. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara terbuka mengakui bahwa Kyiv menargetkan fasilitas energi Rusia karena sektor tersebut memiliki peran penting bagi perekonomian negara itu.

Pemerintah Ukraina menilai serangan terhadap infrastruktur strategis Rusia merupakan bagian dari upaya melemahkan kemampuan logistik dan ekonomi Moskow dalam konflik yang masih berlangsung. Di sisi lain, Rusia terus meningkatkan sistem pertahanan udara di sekitar ibu kota dan wilayah strategis lainnya guna menghadapi ancaman serangan drone jarak jauh yang semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar