Otoritas penerbangan Rusia menutup sementara empat bandara utama di kawasan ibu kota Moskow setelah puluhan drone berhasil dicegat dan dihancurkan pada Senin dini hari waktu setempat. Peristiwa ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melalui pernyataan resmi di Telegram, melaporkan bahwa sebanyak 59 drone terdeteksi bergerak menuju ibu kota Rusia dan seluruhnya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara. Namun, dalam keterangannya, Sobyanin tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai metode penghancuran maupun asal muasal drone-drone tersebut.
Menariknya, Sobyanin sama sekali tidak menyebut secara eksplisit bahwa serangan drone itu diluncurkan oleh Ukraina. Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir, Kyiv diketahui secara konsisten melancarkan gelombang serangan drone ke wilayah Rusia sebagai bentuk respons atas pengeboman yang dilakukan Moskow terhadap kota-kota di Ukraina.
Sobyanin hanya menyatakan bahwa layanan darurat telah dikerahkan ke sejumlah lokasi tempat drone-drone tersebut ditembak jatuh. Sementara itu, aktivitas pertahanan udara yang intensif di langit Moskow memaksa otoritas penerbangan untuk mengambil langkah pengamanan.
Empat bandara utama yang melayani ibu kota Rusia, yakni Bandara Sheremetyevo, Bandara Domodedovo, Bandara Vnukovo, dan Bandara Zhukovskiy, menangguhkan operasional penerbangan untuk sementara waktu. Penutupan ini berlangsung singkat dan dilakukan demi menjamin keselamatan penerbangan sipil di tengah ancaman udara yang melanda kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Pengamat Kebijakan Publik Ajukan Gugatan Baru ke PTUN soal Penetapan Capres 2014 dan 2019, Klaim Miliki Novum
Wamendagri Apresiasi Pengobatan Gratis dan Donor Darah di Papua sebagai Langkah Strategis Perluas Akses Kesehatan
Iran Tutup Selat Hormuz sebagai Balasan atas Serangan Israel di Lebanon
Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI dengan Kue Talam Durian Sepanjang 1,1 Kilometer