Bebaz Inc Bangun Ekosistem Bisnis Kreatif, dari Fotobox Hingga Film Layar Lebar

- Senin, 22 Juni 2026 | 07:00 WIB
Bebaz Inc Bangun Ekosistem Bisnis Kreatif, dari Fotobox Hingga Film Layar Lebar

Di balik layar foto interaktif yang mulai akrab di mata pengguna transportasi umum dan pengunjung restoran, tersimpan ambisi bisnis yang jauh lebih besar. Reyno Anggoro, pendiri sekaligus CEO Bebaz Inc, tidak sekadar merakit satu perusahaan, melainkan membangun sebuah ekosistem yang memadukan teknologi dengan kreativitas.

Sejak 2023, Reyno telah menghadirkan tujuh entitas bisnis yang saling terhubung dalam satu naungan. Mereka adalah PhotoBebaz, sebuah layanan kotak foto berbasis teknologi kreatif; Bebaz Adz, yang bergerak di bidang penempatan media dan aktivasi merek; Bebaz Labz, unit riset dan pengembangan perangkat lunak; serta Bebaz Land, studio foto mandiri bertema. Tak berhenti di situ, portofolio perusahaan juga mencakup Santriwara.id, platform kreator konten Islam digital; Norae dan Frieday, dua merek makanan dan minuman bernuansa Korea; dan BEN Film, sebuah rumah produksi film. Masing-masing beroperasi secara independen, tetapi dirancang untuk saling memperkuat.

Salah satu ujung tombak ekosistem ini adalah PhotoBebaz. Layanan ini telah menjangkau titik-titik dengan mobilitas tinggi, seperti Taman Ismail Marzuki, kawasan Ring Road Gelora Bung Karno, Jakarta International Velodrome, sejumlah stasiun MRT dan LRT Jakarta, Stasiun Whoosh Halim, hingga berbagai kedai kopi. Dengan basis pengguna yang didominasi Generasi Alpha, Generasi Z, dan Milenial, PhotoBebaz mencatat potensi margin kotor di atas enam puluh persen. Model penempatan yang fleksibel memungkinkan perusahaan terus mengoptimalkan lokasi, menjadikan unit ini salah satu pilar paling kokoh dalam portofolio Bebaz Inc.

PhotoBebaz beroperasi dalam satu ekosistem terpadu bersama Bebaz Adz yang menangani media placement digital dan Bebaz Labz yang mengembangkan perangkat lunak. Ekosistem yang sama juga menopang Bebaz Land, studio foto tematik yang menyasar kebutuhan generasi muda urban akan ruang ekspresi diri.

"Setiap merek yang kami bangun adalah jawaban atas satu pertanyaan yang sama: bagaimana kreativitas bisa benar-benar bermakna bagi generasi urban Indonesia?" ujar Reyno. Ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan riset pasar sebelum akhirnya melahirkan ekosistem teknologi dan kreatif di dalam Bebaz Inc. Ekosistem ini, kata dia, dirancang untuk menghadirkan hiburan yang relevan dengan gaya hidup perkotaan, khususnya bagi masyarakat di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya.

Di luar bisnis berbasis pengalaman fisik, Reyno juga melihat peluang di ranah digital. Pada 2026, ia meresmikan Santriwara.id, sebuah akun kreator konten edukasi Islami yang menghadirkan karakter Alif, Lam, dan Mim. Dalam waktu tiga bulan sejak peluncuran, akun tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 41.000 pengikut dan lebih dari 500.000 tanda suka di TikTok dan Instagram. Sementara itu, Bebaz Inc juga mengoperasikan Frieday, restoran bertema Korea yang berlokasi di Mbloc Space, serta Norae yang saat ini tengah dalam tahap pengembangan ulang.

Kini, Bebaz Inc bersiap memasuki babak baru. Melalui BEN Film, unit rumah produksi kreatifnya, perusahaan akan merilis film layar lebar perdana berjudul "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" pada kuartal keempat tahun 2026. Film ini digarap bekerja sama dengan Sinergi Pictures. Ceritanya mengangkat isu kesehatan mental, depresi, dan hal-hal kecil yang ternyata bermakna besar. Adaptasi dari novel fiksi karya Brian Khrisna yang diterbitkan Gramedia pada 2025 ini telah mencapai cetakan ke-100 dan edisi spesial karena tingginya minat pembaca.

Langkah ini menandai evolusi Bebaz Inc dari sekadar penyedia pengalaman teknologi dan kreatif menjadi kreator kekayaan intelektual. Model bisnis semacam ini dinilai semakin menarik di mata investor, terlebih di tengah pertumbuhan industri film Indonesia yang terus memecahkan rekor jumlah penonton pascapandemi.

"Kami memilih cerita ini karena nilai kejujurannya, dan itu yang selama ini menjadi cara Bebaz Inc membangun setiap bisnisnya," tambah Reyno. Dengan ekosistem yang sudah dimiliki, mulai dari komunitas hingga layar dan percakapan setelahnya, ia menargetkan film ini menjadi salah satu film box office Indonesia tahun ini.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa BEN Film tidak masuk ke industri sebagai pendatang baru yang belum teruji. Melalui kemitraan strategis, perusahaan mempercepat proses membangun kredibilitas. Seluruh lini bisnis Bebaz Inc saat ini aktif beroperasi di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar Indonesia, dengan jumlah titik sentuh lintas merek yang terus bertambah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar