Ribuan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi long march dari kawasan Dukuh Atas menuju Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis siang. Mereka menuntut pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat. Aksi damai ini berlangsung di tengah hiruk-pikuk ibu kota dan menyita perhatian publik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa yang seluruhnya mengenakan pakaian serba pink mulai bergerak sejak pukul 12.25 WIB. Mereka membawa beragam atribut, mulai dari panci hingga bunga, sebagai simbol perlawanan dan keprihatinan terhadap kebijakan harga energi. Suasana semakin riuh ketika para peserta meneriakkan yel-yel penuh semangat, salah satunya berbunyi, “Perempuan bersatu, tak bisa dikalahkan!”
Dalam orasi yang disampaikan di perempatan Jalan Kebon Sirih, para pengunjuk rasa menyuarakan sejumlah tuntutan. Poin utama yang mereka desak adalah penurunan harga BBM yang dinilai tidak sebanding dengan daya beli masyarakat, terutama kaum perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga. Aksi ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang mengkritik kebijakan energi pemerintah.
Sementara itu, gelombang massa yang memadati ruas jalan menyebabkan kemacetan di sekitar persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih. Sahut-sahutan klakson kendaraan terdengar di tengah teriakan massa. Namun, situasi tetap terkendali berkat kehadiran aparat kepolisian yang berjaga di sejumlah titik strategis. Beberapa petugas tampak sibuk mengatur arus lalu lintas agar aksi tidak mengganggu aktivitas warga lainnya secara berlebihan.
Artikel Terkait
Bolivia Tetapkan Status Darurat di Tengah Gelombang Protes dan Blokade Jalan yang Meluas
Wali Kota Makassar Ajak PPP Perkuat Sinergi Pembangunan Kota
Sekretaris Kabinet dan Kepala BNN Bahas Strategi Pemberantasan Narkotika serta Bahaya Penyalahgunaan Vape
Perampok Sekap Dua Karyawan di Ruang Brankas Minimarket Bekasi, Gasak Uang Rp12 Juta