Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, menyambut laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 melawan Senegal dengan penuh optimisme. Ia menilai pertandingan tersebut akan menjadi ajang yang menarik dan menantang bagi anak asuhnya.
Pertemuan antara Prancis dan Senegal di turnamen kali ini bukanlah yang pertama. Kedua tim pernah bertemu pada fase grup Piala Dunia 2002, saat Prancis harus menelan kekalahan tipis 0-1. Meski demikian, Deschamps menegaskan bahwa timnya tidak tengah dihantui oleh semangat balas dendam. Ia justru ingin menuliskan lembaran baru dalam sejarah pertemuan kedua kesebelasan.
“Kebanyakan pemain saya tidak lahir pada 2002, tapi tidak ada upaya balas dendam. Ada halaman baru yang akan kita tulis dan kami akan melakukan segalanya untuk menang,” ujar Deschamps.
Di sisi lain, pelatih berusia 56 tahun itu tidak meremehkan kekuatan Senegal. Menurutnya, tim asuhan Aliou Cissé saat ini memiliki komposisi pemain yang berbahaya, baik dari segi fisik maupun teknik. Ia mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus dan tidak lengah menghadapi perlawanan Singa Teranga.
“Senegal adalah salah satu tim terbaik turnamen. Mereka punya segalanya, mulai dari kualitas, pemain yang bermain di klub-klub terbaik, gelandang yang bagus, punya fisik yang bagus, dan dengan kualitas teknik yang baik,” bebernya.
Deschamps menambahkan bahwa pertandingan ini akan berlangsung pada level tinggi. Ia mengakui bahwa kedua tim sama-sama memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga jalannya laga diprediksi akan berlangsung sengit.
“Kami tahu apa yang akan kami hadapi dan mereka juga tahu apa yang akan mereka hadapi. Ini akan jadi pertandingan level tinggi,” paparnya.
Artikel Terkait
Qatar Mediasi Iran-AS, Kesepakatan Buka Jalur Selat Hormuz dan Inspeksi Nuklir Tinggal Finalisasi
Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi 10 Orang, Sebelas Lainnya Masih Dirawat
Mahasiswi di Samarinda Ditembak Mantan Pacar karena Tak Terima Putus
Sheffield FC, Klub Sepak Bola Tertua di Dunia, Tetap Aktif Setelah Lebih dari 150 Tahun Berdiri