AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Usai

- Selasa, 16 Juni 2026 | 02:40 WIB
AS dan Iran Teken Kesepakatan Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Usai

Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang ditandatangani langsung oleh Presiden AS Donald Trump, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perjuangan negaranya masih jauh dari kata usai. Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers yang digelar di hadapan wartawan Israel, Selasa (16/6/2026), sebagaimana dilaporkan oleh media internasional.

“Meskipun Israel berhasil menghindari bahaya kehancuran, perjuangan kita belum berakhir,” ujar Netanyahu dalam kesempatan tersebut.

Dalam konferensi pers yang sama, Netanyahu juga memaparkan posisi militernya saat ini. Ia menegaskan bahwa Israel tetap memegang kendali penuh atas wilayah tengah yang sebelumnya menjadi basis ancaman kelompok Hizbullah. “Israel telah mengambil kendali atas wilayah tengah tempat Hizbullah mengancam Israel,” jelasnya.

Lebih lanjut, Netanyahu menyatakan bahwa pihaknya telah menghancurkan persenjataan milik rezim Assad. “Kami menghancurkan senjata rezim Assad dan kami akan tetap berada di zona keamanan apa pun yang terjadi,” lanjutnya dalam bahasa Ibrani.

Sementara itu, Donald Trump memastikan bahwa dokumen kesepakatan damai antara AS dan Iran telah resmi ditandatangani. Pernyataan itu disampaikan Trump di Evian-Les-Bains, Prancis, saat berdampingan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. “Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani,” kata Trump.

Trump juga menambahkan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6) mendatang. “Kesepakatan sudah ditandatangani, dan Selat sudah sebagian dibuka,” imbuhnya.

Namun, hingga pernyataan itu disampaikan, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut apakah pihak Iran turut menandatangani dokumen yang sama. Ketidakjelasan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat mengenai sejauh mana komitmen kedua negara dalam implementasi perjanjian damai tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar