Anak-Anak di Bogor Hadang Pengendara Motor Lawan Arus, Warga Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Sudah Jadi Pemandangan Sehari-hari

- Kamis, 11 Juni 2026 | 18:50 WIB
Anak-Anak di Bogor Hadang Pengendara Motor Lawan Arus, Warga Sebut Pelanggaran Lalu Lintas Sudah Jadi Pemandangan Sehari-hari

Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok anak laki-laki menghadang pengendara sepeda motor yang melawan arus di Jalan Raya Wangun, menjelang Simpang Ciawi, Kota Bogor, Jawa Barat, viral di media sosial. Rekaman itu memicu perhatian publik terhadap praktik berkendara berbahaya yang masih marak terjadi di lokasi tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 11 Juni 2026, titik tempat anak-anak itu kerap menghadang pengendara lawan arus berada di ruas jalan menjelang Simpang Ciawi. Kendaraan yang hendak menuju kawasan Puncak atau Sukabumi diwajibkan memutar melalui u-turn atau putaran Tol Jagorawi. Namun, masih banyak pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus, sehingga menghambat laju kendaraan dari arah Ciawi menuju pusat Kota Bogor.

Para pengendara yang melawan arus itu biasanya melaju ke sisi kanan jalan untuk memotong jalur menuju Jalan Raya Ciawi-Sukabumi. Aksi ini, menurut warga setempat, sudah menjadi pemandangan sehari-hari dan kerap menyebabkan kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

“Kalau di sini memang sering, nggak cuma sore. Apalagi kalau pagi pasti macet, banyak lawan arah. Kadang yang lawan arahnya lebih galak kalau ditegur,” ujar Ridwan, seorang pedagang yang ditemui di lokasi.

Ridwan menambahkan, anak-anak yang terekam dalam video viral itu kerap berada di titik tersebut. Beberapa pengendara bahkan diketahui sesekali memberikan uang kepada mereka. Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan pelanggaran lalu lintas di kawasan itu bukan sekadar masalah ketertiban, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kebiasaan yang telah mengakar di masyarakat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar